Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bilang “InsyaAllah” Pria Muslim Diusir dari Pesawat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2016 12:56 12:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Oktober 2016 12:56
Bagikan
Khairuldeen Makhzoomi diusir dari pesawat karena mengucapkan kata 'Insya Allah"
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang penumpang Muslim bernama Khairuldeen Makhzoomi diperintahkan keluar dari pesawat Southwest Airlines karena mengucapkan Insyaallah di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Khairuldeen Makhzoomi  diperintahkan keluar dari pesawat Southwest Airlines karena berbicara bahasa Arab dan mengucapkan insya-Allah saat sedang berbicara di telepon genggamnya.

Menurut laporan laman PressTV, pria berusia 26 ini merupakan lulusan Universitas Berkeley berada dalam pesawat itu di Bandara Internasional Los Angeles untuk ke Oakland saat seorang penumpang terdengar dia berbicara menggunakan bahasa Arab.

Ketika itu, Khairuldeen berada di tempat duduknya dan sedang chatting melalui ponsel dengan pamannya di Baghdad, Iraq.

Dia mengakhiri percakapan itu dengan mengucapkan insya-Allah dan menyadari seorang wanita memandangnya namun menganggap penumpang itu merasa tidak senang karena dia berbicara kuat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Khairuldeen melihat seorang penumpang perempuan menatapnya. Awalnya dia mengira perempuan itu terganggu karena dia berbicara terlalu keras.

“Lalu seorang pria datang bersama seorang polisi beberapa menit kemudian, dan saya tak habis pikir begitu cepat mereka muncul dan meminta saya turun dari pesawat,” kata Khairuldeen kepada CNN.

Namun dalam waktu dua menit, seorang pria tiba bersama polisi dan mengarahkannya meninggalkan pesawat itu.

Seorang agen keamanan mengiringi Khairuldeen keluar dan bertanya alasan dia berbicara menggunakan bahasa Arab dalam ‘situasi politik sekarang’.

“Kamu harus jujur dengan kami tentang apa yang kamu katakan tadi, ” kata agen bersangkutan.

Menurut Khairuldeen kepada The Independent, beberapa anjing turut dibawa untuk memeriksa tubuh dan bagasinya selain dompetnya juga dirampas.

“AS adalah negara bebas, penduduknya menghormati peraturan dan undang-undang. Bagaimana mereka bisa mempermalukan orang lain seperti ini. Ini benar-benar mengejutkan, “katanya.

Perusahaan penerbangan itu juga tidak mengizinkan Khairuldeen naik kembali pesawat berkenaan menyebabkan dia terpaksa memesan tiket dengan Delta Air Lines.

Juru bicara Southwest Airlines, Brandy King kepada The Independent mengatakan, Khairuldeen diselidiki setelah dia membuat pernyataan yang berpotensi untuk mengancam keamanan.

Khairuldeen yang datang ke AS pada 2010 dengan status pengungsi bersama kakak perempuannya itu akhirnya tetap tak bisa terbang ke Oakland.

Maskapai Southwest Airlines mengembalikan uang tiketnya. Kahiruldeen mengatakan, pasca-peristiwa itu dia masih merasa terkejut hingga kesulitan tidur selama beberapa hari. Dia kemudian menghubungi manajemen Southwest Airlines setelah hingga 6 April tak memberikan permintaan maaf.

Karena Pakai Jilbab dan Sebut Allah, Suami Istri Diusir dari Pesawat

Rabu lalu, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mengajukan keluhan kepada pejabat transportasi federal menuntut penyelidikan penuh terhadap insiden itu.

Amerika mengaku sebagai kampiun demokrasi, namun banyak kaum Muslim justru mendapatkan diskriminasi atas keyakinannya.

Sebelum ini, pasangan Faisal dan Nazia Ali,  diusir keluar pesawat oleh awal Delta Airlines dalam perjalanan ke Paris karena ada penumpang merasa kurang senang dengan keduanya.

Menurut sang pelapor, dia rasa kurang senang dengan jilbab yang dipakai Nazia dan tindakan pasangan Muslim tersebut hanya karena menyebut kata Allah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Delta Airlanesdikriminasi terhadap muslimislamophobiaMuslim Amerikasouthwest airlines
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI akan Keluarkan Pendapat tentang Ahok dan Menyampaikannya ke Kapolri
Tulisan selanjutnya Koalisi Arab Bantah Merudal Prosesi Pemakaman Houthi di Sanaa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?