Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Timur Larang Bepergian Orang yang Berusia 18-45 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Februari 2017 07:02 7:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Februari 2017 07:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Libya Timur melarang pria dan wanita berusia 18 sampai 45 tahun bepergian ke luar negeri tanpa izin.

Kepala militer setempat, Abdelrazzak Al-Naduri, mengatakan bahwa tujuan dari kebijakan itu untuk mencegah orang bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di luar negeri, lapor BBC Jumat (24/2/2017).

Libya saat ini mengalami perpecahan pemerintahan di barat dan timur, dan sebagian besar wilayah negara itu dikuasai kelompok-kelompok bersenjata.

Larangan bepergian itu muncul beberapa hari setelah larangan bepergian untuk wanita diberlakukan, tetapi segera dibatalkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Larangan wanita bepergian itu, yang juga dikeluarkan oleh pemerintahan Libya Timur, melarang perempuan berusia di bawah 60 tahun bepergian tanpa pendamping pria.

Orang Libya di bagian lain negara itu tidak terpengaruh dengan larangan tersebut, sebab kedua pemerintahan yang bersaing memperebutkan kekuasaan saling tidak mengakui otoritas lawannya.

Berdasarkan larangan itu, intelijen militer dan kementerian Libya Timur berwenang untuk mengeluarkan izin bagi mereka yang ingin bepergian.

Sebuah sumber di kantor kepala staf militer mengatakan kepada BBC bahwa larangan itu sepertinya hanya akan berlaku sementara, dan kebanyakan orang akan bisa mendapatkan izin tersebut hanya dalam satu hari. Namun, orang tersebut tidak menjelaskan kriteria izin bepergian itu.

Larangan bepergian bagi wanita, yang sempat berlaku sebentar, juga dibuat dengan alasan keamanan, kata pihak militer.

Penguasa militer di Libya Timur mengatakan bahwa sebagian wanita melakukan komunikasi dengan dinas-dinas intelijen luar negeri.

Libya Timur berada di bawah kontrol bekas jenderal angkatan bersanjata Libya, Khalifa Haftar, yang memimpin peperangan melawan kelompok-kelompok bersenjata Muslim. Pemerintahannya tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Sementara itu, pemerintahan rivalnya berbasis di ibukota Tripoli.

Libya, negeri di Afrika yang paling makmur selama pemerintahan Muammar Qadhafi, berubah dalam sekejap menjadi sebuah negara tanpa pemerintahan, hukum dan aturan yang jelas, setelah kelompok-kelompok yang mendongkel kekuasaan Qaddafi justru bertikai dan bersaing memperebutkan kekuasaan di negeri kaya minyak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putera Petinju Legendaris Muhammad Ali Ditahan, Ditanya Apa Anda Muslim?
Tulisan selanjutnya Kedubes Saudi-AFKN Kuliahkan 63 Putra-putri Papua di LIPIA Aceh dan Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?