Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Kecam Pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya, di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2018 14:12 2:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2018 14:12
Bagikan
Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Domdom, Kutapalong, Cox's Bazar, Bangladesh, sedang mengantre dalam pembagian sembako, Oktober 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kerajaan Arab Saudi mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Muslim Rohingya, di Myanmar, dan menyesali sikap pemerintah Myanmar yang tidak bekerja sama dengan Penyelidik Khusus HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di Myanmar, terkait masalah ini.

Hal ini diungkapkan dalam pidato perwakilan Kerajaan hari ini di depan Dewan HAM, yang disampaikan oleh Kepala Bagian HAM dari Delegasi Permanen Kerajaan untuk kantor PBB, di Jenewa, Dr. Fahd bin Obaidallah Al-Mutairi.

Kerajaan mendesak Pemerintah Myanmar untuk bekerja sama dan mengizinkan Penyelidik Khusus memasuki negara itu dan menyediakan keamanan untuk semua wilayah yang terdampak.

Baca: Dubes Saudi untuk Turki: Saudi telah Membantu Rohingya Selama 70 Tahun

Al-Mutairi mengatakan bahwa rentetan pengungsian paksa dan pelanggaran terhadap minoritas Rohingya terus terjadi meskipun resolusi internasional telah meminta pemerintah Myanmar, untuk menciptakan kondisi yang dibutuhkan agar mengakhiri pelanggaran tersebut dan menghentikan pengusiran paksa minoritas Rohingya ke negara-negara tetangga dan memfasilitasi pemulangan mereka ke negara asal mereka.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) dan Program Pembangunan PBB (UNDP), pada awal Juni 2018, dengan Pemerintah Myanmar adalah sebuah langkah positif, tunjuknya, dalam menyelesaikan krisis ini dan awal kembalinya pengungsi secara sukarela yang aman dan bermartabat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: 170 Ribu Warga Rohingya Dapat Izin Tinggal di Saudi

Dia meminta Pemerintah Myanmar untuk memulai secara efektif melaksanakan memorandum ini dan mengakhiri penderitaan ratusan ribu pengungsi, mencatat bahwa masalah minoritas Muslim di Myanmar merupakan masalah prioritas bagi Kerajaan.

Dia juga meminta masyarakat internasional untuk meningkatkan upayanya dalam menghentikan apa yang tampak sebagai pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya dan turun tangan menemukan solusi kemanusiaan yang dapat melindungi minoritas Rohingya dari tindakan kekerasan dan hukuman kolektif.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiburmaetnis RohingyaFahd bin Obaidallah Al-MutairiHAMmuslim RohingyamyanmarPBBPelanggaran HAMPerserikatan Bangsa-BangsaUNHCR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WTO Dukung Kemasan Polos Rokok, Protes Indonesia Dkk Produsen Tembakau Ditolak
Tulisan selanjutnya Jenderal Senior Iran Terbunuh di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?