Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Hui Halangi Pemerintah Komunis China Robohkan Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2018 21:57 9:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2018 21:57
Bagikan
Masjid Agung Weizhou
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan umat Islam etnis Hui di sebuah kota terpencil di timur laut China, berkumpul dan melakukan blokade sebagai jalan terakhir menghalangi pemerintah komunis China yang hendak meroboh sebuah masjid baru, kemarin, kutip BBC.

Ratusan umat Islam itu turut berkumpul di dataran di luar Masjid Agung Weizhou, sebuah masjid baru yang mengagumkan yang dibangun dengan struktur putih, dihiasi sembilan kubah berbentuk bawang, bulan sabit dan empat menara.

Para pejabat Komunis mengatakan bahwa Masjid Agung Weizhou yang baru selesai dibangun di provinsi itu belum mendapat izin pembangunan yang memadai.

Tetapi para jamaah masjid menolak untuk mundur. Seorang warga mengatakan mereka “tidak akan membiarkan pemerintah menyentuh masjid itu”.

Baca: Komunis China Memotong Rok Wanita Uighur di Tengah Jalanan 

Majelis di Tongxin, Weizhou di wilayah otonomi Ningxia Hui, kemarin, adalah yang terbaru dan terbesar, menyusul konflik sebelumnya, di mana Beijing melihat dengan kekhawatiran peningkatan Islamisasi dan pengaruh Arab, ketika Partai Komunis berusaha mencegah kebangkitan agama di negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan pemberitahuan yang dikeluarkan pemerintah Weizhou, yang ditempel di masjid tersebut pada 3 Agustus lalu, komite masjid diberi waktu sampai hari ini untuk merobohkan bangunan tersebut karena dikatakan tidak memperoleh izin konstruksi dan persetujuan rencana.

Jika gagal mematuhi, pemerintah Komunis China akan menghancurkannya, kata pemberitahuan itu.

Namun, sumber pemerintah Ningxia mengatakan pembongkaran masjid dibatalkan setelah pemerintah berbicara dengan komite, tetapi memerintahkan delapan kubah untuk diturunkan.

Beberapa Muslim menolak untuk mengizinkan pemerintah menurunkan delapan kubah.

“Sekarang kami merasa tidak nyaman. Kami tidak ingin pemerintah menyentuh masjid itu, tetapi pemerintah juga enggan mengalah, “kata penduduk.

Pembangunan masjid selesai tahun lalu. Ini menggantikan masjid yang dibangun sebelumnya yang sebelumnya menggantikan Masjid Weizhou yang berusia 600 tahun yang dihancurkan selama Revolusi Kebudayaan pada 1960-an.

Instruksi pemerintah untuk merobohkan masjid itu, memicu kemarahan di kalangan komunitas Muslim Hui, dengan banyak dari mereka mempertanyakan kenapa pemerintah tidak menghentikan pembangunannya sebelum ini, yang membutuhkan waktu dua tahun untuk diselesaikan, jika tidak mendapat persetujuan.

Baca: Home Stay: ‘Deradikalisasi dan Indoktrinasi’ ala Komunis China pada Keluarga Muslim

Namun, tidak ada insiden yang tidak diinginkan meskipun polisi ditempatkan di daerah tersebut.

Pada hari Kamis (09/08/2018), para jamaah melancarkan protes di luar masjid dan berlanjut hingga Jumat. Gambar-gambar yang beredar di media sosial China menunjukkan kerumunan orang berkumpul di luar gedung putih besar, yang memiliki beberapa menara dan kubah yang menjulang.

Seorang warga mengatakan perundingan antara komunitas Hui dan pemerintah mencapai jalan buntu.

“Kami kuat-kuatan saja seakrang,” kata seorang warga yang menyembunyikan namanya, kepada the Post. “Warga tidak akan membiarkan pemerintah menyentuh masjid, tetapi pemerintah tidak mau mundur.”

Masih belum jelas apakah rencana untuk mulai membongkar masjid pada hari Jumat ini tatp berlangsung, atau apakah kompromi telah tercapai.

Seorang pejabat dari lembaga Islam setempat mengatakan bahwa sebetulnya masjid itu tidak akan dibongkar seluruhnya. Dia mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah hanya menginginkan struktur “diubah untuk mengurangi skalanya”.

Belum ada komentar sejauh ini di media pemerintah China tentang kasus ini.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China 

Di China terdapat sekitar 23 juta Muslim, dan kehadiran Islam di Provinsi Ningxia cukup menonjol sejak berabad-abad.

Namun menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia, belakangan ini sikap kecurigaan dan tekanan terhadap Muslim di China makin meningkat.

Namun, setelah tindakan tegas Partai Komunis Tiongkok terus mendiskriminasi etnis Uighur di Xinjiang, komunitas Hui menjadi sasaran kekerasan.

Beberapa masjid di Nigxia diperintahkan untuk membatalkan kelas-kelas Bahasa Arab, sementara sekolah-sekolah Islam dan madrasah diperintahkan untuk ditutup.

Pada tahun 2012, ratusan etnis Hui terlibat perkelahian dengan polisi di Tongxin, ketika mereka mencoba memblokir masjid yang hendak dirubuhkan. Beberapa pengunjuk rasa dilaporkan tewas dan lusinan lainnya terluka dalam bentrok itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaEtnis HuikomunismasjidMasjid Agung WeizhouMuslimNingxia Hui
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahoker Kecewa Jokowi Pilih Kiai Ma’ruf
Tulisan selanjutnya Sandiaga Uno Masuk Salah Satu Nama yang Direkomendasi MOI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?