Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengenang Holocaust, Pemerintah Turki Peringatkan Soal Wabah Rasisme

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Februari 2017 08:46 8:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Februari 2017 07:40
Bagikan
Peringatan Holocaust 27 Januari 2017 di Univ. Ankara. Wakil PM Yildirim Tugrul Turkes hadir mewakili pemerintah Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah Turki bersama kaum Yahudi kembali mengenang peristiwa Holocaust di Universitas Ankara, dan di tahun 2017 pemerintah memperingatkan soal rasisme dan ekstrimisme yang kembali merebak di Eropa.

“Kita mengenang jutaan orang yang kehilangan nyawanya selama Holocaust dengan penuh penghormatan,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya yang dibuat dalam rangka peringatan Holocaust 27 Januari.

“Menyadari tanggung jawabnya, Turki bertekad akan terus memerangi anti-Semitisme, rasisme, xenophobia, dan Islamophobia, yang malangnya mendapat tempat kembali di dunia sekarang ini.”

“Jutaan orang tak bersalah, terutama Yahudi, dibantai lewat cara terorganisir dan sistematis oleh rezim Nazi dan kolaboratornya,” tambah pernyataan itu, seperti dikutip Hurriyet.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hari ini, adalah kewajiban kita untuk berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghindari terulangnya kembali Holocaust, satu dari periode terkelam dalam sejarah umat manusia. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh umat manusia,” tegas Kemenlu Turki dalam pernyataan itu, yang dikutip sejumlah media Turki dan dimuat di laman situs kedutaannya di Jakarta.

  • Menteri UE Turki mengenang Holocaust bersama kepala rabi Yahudi
  • Menyanyi bagian dari tradisi, Yahudi Turki kenang Holocaust dengan alunan musik

Turki aktif dan rutin menggelar acara peringatan Holocaust sejak tahun 2008.

Tahun ini, pemerintah Ankara mengutus Wakil Perdana Menteri Yildirim Tugrul Turkes mewakili pemerintah dalam peringatan yang digelar di Universitas Ankara 27 Januari lalu.

Dilansir media Yahudi Turki, Salom, ikut menghadiri acara tersebut adalah pemimpin komunitas Yahudi Turki Ishak Ibrahinzadeh, para tokoh terkemuka komunitas Yahudi di Turki, sejumlah diplomat asing termasuk Dubes Israel untuk Turki Eitan Na’eh, serta Dubes Amerika Serikat untuk Turki John Bass.

Di acara itu Kepala Rabi Ashkenazi Turki Rav Mendy Chitrik dan putranya, Chaim Chitrik, membawakan “Eli Ata”, lagu spiritual Yahudi. Film dokumenter Holocaust juga ditampilkan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil PM Turkes mengatakan bahwa Holocaust adalah genosida sistematis yang belum pernah terjadi sebelumnya pada masa itu. Dia menekankan fakta bahwa Nazi mengerahkan segala kemampuannya, baik dengan mobilisasi maupun keunggulan teknologinya, untuk membunuh lebih cepat dan lebih banyak orang.

“Sayangnya, kita sedih melihat bahwa anti-Semitisme, Islamophobia dan xenophobia merebak sekarang ini seperti wabah di seluruh dunia dan juga mempengaruhi sebagian lingkaran marjinal di negara kita dari waktu ke waktu. Saya ingin tegaskan bahwa kita tidak punya pilihan kecuali menunjukkan tidak ada toleransi untuk sentimen anti-Semitisme, Islamophobia, anti-Kristen dan kejahatan kebencian semacamnya. Sejarah malangnya menunjukkan kita melalui Holocaust harga yang harus dibayar untuk sikap diam terhadap aksi yang mengutuk identitas etnis atau agama apapun. Dalam konteks ini, Turki akan terus berpartisipasi aktif dalam upaya mengkaji lebih jauh Holocaust dengan kesungguhan yang sama di masa-masa mendatang,” kata Turkes seperti dikutip Salom.Rabu (1/2/2017).

Aylin Tashan, pimpinan International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA) Turki , menggambarkan Holocaust sebagai manifestasi dendam, kebencian dan ketakutan terhadap keberagaman.

Kepala Rabi Turki Ishak Haleva mengirimkan pesan untuk acara itu. Dia mengkritik soal penyangkal Holocaust dan menekankan tentang perlunya selalu mengingat peristiwa tersebut dan tidak pernah melupakannya.

“Dunia yang mana orang-orangnya tidak mengambil pelajaran dari masa lalu dan akan membiarkan sejarah itu terulang dengan sendirinya, pastinya sama sekali tidak berhak hidup lebih lama secara terhormat di peradaban milenium ketiga,” kata Haleva.

Pemuka Yahudi Turki itu menutup pesannya dengan mengatakan bahwa Holocaust harus menjadi bagian integral dalam pendidikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Remaja Tersangka Pembunuhan Puluhan Orang Ditangkap di Kolombia
Tulisan selanjutnya Kapolri Diminta Hentikan Praktik Penistaan dan ‘Kriminalisasi’ Ulama oleh Siapapun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?