Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komunis China Memotong Rok Wanita Uighur di Tengah Jalanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juli 2018 21:54 9:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juli 2018 23:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Penindasan kelompok etnis Islam Uighur tidak pernah berhenti. Taiwannews baru-baru ini merilis foto-foto dari Xinjiang, dimana otoritas kepolisian China dan kader Komunis di wilayah itu memberlakukan ‘kode pakaian’ kepada pada wanita Uighur.

China mengklaim bahwa ancaman ekstremisme Islam di wilayah Asia tengah, yang juga dikenal sebagai Turkestan Timur, telah membuat tindakan otoriter, seperti melarang perempuan Uighur mengenakan gaun panjang.

Foto-foto yang dibagikan di twitter selama akhir pekan lalu menunjukkan otoritas kader Komunis China memotong pakaian wanita Uighur di jalanan dengan alasan  menegakkan aturan berpakaian.

Mereka menggunting bagian bawah, atau dipotong sebagian, untuk  memaksa para wanita untuk menghidari mengenakan barang-barang serupa di masa depann.

Pihak berwenang China telah melarang penutup tubuh yang  disebutnya merupakan ‘ciri khas Islam fundamentalis’. Banyak wanita Uighur memilih pakaian yang lebih panjang untuk menutupi sisi belakang dan paha atas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Business Insider melaporkan bahwa wanita Muslim dilarang menutup aurat seperti memakai rok dan burqa. Penduduk dilarang berpuasa selama Ramadhan, sementara ratusan ribu – dan bahkan mungkin 1 juta – orang telah dikirim ke kamp ‘indoktrinasi’ atau “pusat pendidikan ulang”  (re-education) untuk pelanggaran seperti menumbuhkan jenggot, menerima telpon keluarga terdekat atau  orang yang dicintai dari luar negeri atau, dalam beberapa kasus, tidak ada alasan yang jelas sama sekali.

Beberapa foto di media sosial menunjukkan sejumlah wanita ditangkap di jalananan, kemudian polisi bertindak memotong pakaian mereka.

Baca: Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1]

Bahkan, seorang wanita dalam gambar itu masih mengenakan helm, memberi kesan seolah-olah polisi menariknya saat mengendarai sepeda motor.

Business Insider belum dapat memverifikasi terkait gambar-gambar ini, tetapi Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uyghur Dunia (WUC), mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa tindakan pemerintah China ini jelas bentuk “serangan terhadap wanita Uighur.”

Foto-foto yang dibagikan di twitter selama akhir pekan lalu menunjukkan otoritas kader Komunis China memotong pakaian wanita Uighur di jalanan [Taiwannews]
“Di dunia ini tidak ada pemerintah yang sibuk untuk memotong pakaian wanita. Itu benar-benar tidak masuk akal. Masyarakat internasional tidak bisa membiarkan China mempermalukan perempuan Uighur sedemikian rupa, “katanya.

Pemerintah China selalu menindas kaum Muslim Uighur di Xinjiang, di antaranya tidak mengizinkan staf, guru, dan siswa untuk berpuasa dan melakukan kegiatan apa pun yang terkait dengan bulan suci ini.

Bahkan, Muslim Uighur juga tidak diizinkan memakai cadar, memelihara jenggot, memakai simbol bulan sabit dan bintang-bintang dalam pakaian atau transportasi umum.

Pihak berwenang juga memasang aplikasi pengawasan pada telepon warga dan mengumpulkan sampel DNA, sidik jari, pemindaian iris, dan golongan darah dari orang-orang yang berusia antara 12 dan 65 tahun.

Tidak hanya itu, mereka juga kesulitan mendapatkan paspor terutama ketika mereka ingin melakukan ibadah haji.

Baca: Apa Rasanya Jadi Muslim Uighur?

China juga mengumpulkan sampel suara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi siapa yang berbicara saat menerima panggilan telepon yang disadap.

China juga  memasang 40.000 kamera pengenalan wajah yang digunakan untuk melacak, memblokir, gerakan Uighur di wilayah tersebut dan AFP baru-baru ini melaporkan 967 masjid di satu kabupaten Xinjiang dipasang kamera keamanan untuk memastikan naskah ceramah para imam mengikuti petunjuk pemerintah.

Keberadaan sekolah Islam, masjid, dan imam dikontrol secara ketat pemerintah.

Menurut catatan, dalam kurun waktu 1995 hingga 1999, pemerintah China telah meruntuhkan 70 tempat ibadah serta mencabut surat izin 44 imam. Pemerintah juga menerapkan larangan ibadah perorangan di tempat-tempat milik negara. Larangan ini mencakup larangan shalat dan berpuasa pada bulan Ramadhan di kantor atau sekolah milik negara.

Belum lama ini beredar sebuah video yang diklaim pemerintah komunis memaksa wanita muslim etnis Uighur menikah dengan pria China.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:auratburqachinajenggotKamp Indoktrinasikode pakaiankomunis ChinaKongres Uyghur DuniaMuslim Chinapusat pendidikan ulangre-educationrokRok WanitaTurkestan TimuruighurWUCxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adab dan Iman
Tulisan selanjutnya Mahkamah Agung Spanyol Batalkan Surat Penangkapan Atas Eks Presiden Catalonia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?