Hidayatullah.com—Anggota-anggota parlemen Guinea Ekuatorial dilarang bepergian ke luar negeri, kecuali mendapatkan izin dari Wakil Presiden Teodorin Nguema Obiang, yang juga putra dari presiden negara di Afrika Tengah itu
Seorang reporter AFP mendapatkan surat yang dikirimkan bulan lalu ke anggota-anggota parlemen, yang isinya mengatakan bahwa kebijakan itu diambil demi kepentingan negara, lapor BBC Kamis (23/8/2018).
Pada bulan Juni lalu, larangan serupa diberlakukan terhadap pegawai-pegawai negeri sipil Guinea Ekuatorial, satu-satunya negara Afrika yang berbahasa resmi Spanyol.
Larangan bepergian itu diduga sebagai akibat dari percobaan kudeta tahun lalu yang bertujuan menggulingkan Presiden Teodoro Obiang Nguema, pemimpin di kawasan Afrika yang paling berkuasa.
Pemerintah Guinea Ekuatorial mengatakan percobaan kudeta itu direncanakan oleh para pegawai negeri sipil yang pernah bepergian ke luar negeri.*