Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Hong Kong Bilang RUU Ekstradisi Sudah “Mati”, Demonstran Tak Percaya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juli 2019 18:43 6:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juli 2019 18:43
Bagikan
Warga Hong Kong memprotes RUU ekstradisi ke China Daratan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Hong Kong Carrie Lam hari Selasa (9/7/2019) mengatakan bahwa rancangan undang-undang ekstradisi yang menyulut demonstrasi besar di kota itu telah “mati” dan kerja pemerintah terkait RUU tersebut “gagal total”. Namun, para demonstran terutama dari kalangan mahasiswa tidak mempercayai pernyataan Lam.

RUU itu, yang akan memungkinkan orang-orang yang berada di Hong Kong dikirim ke China Daratan untuk diadili di pengadilan-pengadilan yang dikontrol Partai Komunis, menyulut aksi protes besar dan kekerasan di wilayah otonomi bekas jajahan Inggris tersebut.

Pertengahan bulan Juni kemarin, guna meredam aksi protes dan kemarahan rakyat yang berkepanjangan Carrie Lam mengumumkan bahwa pihaknya menangguhkan pembahasan RUU itu.

Dilansir Reuters, hari Selasa ini Lam mengakui bahwa masih ada keraguan perihal kesungguhan pemerintah atau kekhawatiran apakah pemerintah akan mengulang dari awal proses penggodokan RUU itu di dewan legislatif.

“Jadi, saya ulangi sekali lagi di sini, tidak ada rencana itu, RUU tersebut telah mati,” kata Lam dalam konferensi pers.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para mahasiswa yang banyak ambil bagian dalam aksi-aksi protes menentang RUU ekstradisi itu mengaku meragukan kebenaran pernyataan Lam dan menegaskan bahwa mereka ingin RUU tersebut ditarik sepenuhnya.

“Yang kami inginkan adalah penarikan kembali sepenuhnya RUU tersebut. Dia [Lam] hanya bermain kata-kata,” kata Chan Wai Lam Wiliam, ketua umum dari Student Union of Chinese University of Hong Kong.

Para demonstran juga menuntut agar Carrie Lam mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala pemerintahan (chief executive) Hong Kong, guna menjalani pemeriksaan independen terkait kekerasan aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa.

“Bukan hal sederhana bagi seorang CE untuk meletakkan jabatan, dan saya sendiri masih memiliki keinginan kuat untuk terus menjalankan tugas melayani rakyat Hong Kong,” kata Lam saat ditanya soal tuntutan demonstran.

“Saya berharap masyarakat Hong Kong dapat memberikan kepada saya beserta tim kesempatan dan ruang sehingga kami dapat melakukan gaya pemerintahan yang baru untuk menjawab tuntutan-tuntutan rakyat dalam masalah ekonomi dan kehidupannya,” kata politisi wanita itu.

Chief Executives of Hong Kong merupakan jajaran pemerintahan Hong Kong yang terdiri dari sebuah komite kecil yang anggotanya dipilih dan disukai oleh pemerintah pusat China di Beijing. Para analis mengatakan bahwa pengunduran Carrie Lam sebagai pucuk pimpinan pemerintahan di Hong Kong tidak mudah karena harus mendapatkan stempel dari Beijing.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hong Kong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Istri Eks Bos Interpol Meng Hongwei Gugat International Police
Tulisan selanjutnya Turki Perintahkan Penangkapan 176 Personil Militer Terkait Gulen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?