Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Drone Buatan ‘‘Israel’’ Ditembak Jatuh di Libya

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2019 13:59 1:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Agustus 2019 13:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua drone buatan ‘‘Israel’’ ditemukan telah ditembak jatuh di atas wilayah udara Libya, memunculkan pertanyaan kemungkinan negara Zionis mempersenjatai faksi-faksi Libya di negara yang sedang bergelut dalam perang sipil itu.

Dua drone – Orbiter-3 drone taktis buatan perusahaan ‘‘Israel’’ Aeronautics – ditembak jatuh di Libya minggu lalu namun baru dilaporkan kemarin oleh Jerusalem Post.

Salah satu dari drone tersebut ditemukan di Al-Aziziya, sekitar 40 kilometer barat daya ibukota Tripoli, seentara lainnya ditemukan di Sidra, sebelah timur Sirte di wilayah pesisir pantai.

Baca: PBB: Pemilu di Libya Harus Ditunda Sampai 2019 

Harian ‘‘Israel’’ itu menjelaskan bahwa, “menurut laporan, kedua drone itu merupakan bagian dari 3 drone yang disumbangkan oleh Turki kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui oleh Persatuan Bangsa-Bangsa, yang bertempur untuk mencegah Tripoli jatuh ke tangan pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.

Pada Mei, pasukan yang bersekutu dengan GNA mengklaim telah menerima bantuan persenjataan dan kendaraan militer yang akan menjadi bagian dari upaya mereka untuk melindungi Tripoli dari serangan pasukan Haftar, yang telah terjadi sejak April.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Foto dan video yang diposting oleh pasukan GNA di laman Facebook mereka pada saat ini menunjukkan apa yang tampak seperti puluhan kendaraan lapis baja BMC Kirpi buatan Turki di ibukota. Kedutaan Turki di Libya belum mengomentari foto tersebut.

Baca: Libya akan Tutup 3 Pusat Detensi Migran

Laporan Jerusalem Post juga menyertakan sebuah ciutan dari Mohamed Mansour, seorang jurnalis lepas dengan Al-Mayadeen, di mana di dalam video tersebut terlihat moncong drone. Mansour menjelaskan: “Saya terkejut tidak ada yang pernah menyoroti kehadiran Orbiter-3 UAS buatan ‘‘Israel’’/Azerbaijan yang dipasok ke #GNA oleh #Turki dan dua dari itu ditembak jatuh oleh #LNA sejauh ini! Video ini untuk drone kedua yang ditembak jatuh di #khelat_AlFergan #Tripolis Selatan.”

‘‘Israel’’ telah lama menjual persenjataan ke Azerbaijan, dengan produsen senjata ‘‘Israel’’ Elbit Systems pada Januari menjual drone-drone “kamikaze” ke negara Kaukasia itu dalam kesepakatan pertama dari jenisnya. Selama kunjungan ke Azerbaijan oleh Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu pada Desember 2016, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengungkapkan bahwa “sejauh ini kontrak Antara perusahaan-perusahaan Azerbaijan dan ‘‘Israel’’ sehubungan dengan perlengkapan pertahanan telah mencapai $5 miliar”.

Belum jelas kepada siapa Aeronautics pertama kali menjual drone semacam itu, yang nampaknya telah dikirim ke Libya. Namun, mengingat Dewan Keamanan PBB berulangkali memperbarui embargo senjata atas Libya sejak awal perang sipil pada tahun 2011, Aeronautics dapat dianggap melanggar hukum internasional karena menyediakan persenjataan kepada pasukan GNA.

Ini bukan pertama kalinya laporan mengenai keterlibatan ‘Israel’ dalam perang sipil Libya muncul.

Pada musim panas tahun 2015, ‘Israel’ dilaporkan mengirim secara langsung bantuan militer kepada pasukan Haftar.

Baca: Serangan Sekutu ke Libya 

Pada tahun 2018, muncul laporan bahwa Haftar telah melakukan “pertemuan yang diperpanjang” dengan seorang pejabat intelejen ‘Israel’ di ibukota Jordania Amman, dalam upaya untuk “memperdalam koordinasi keamanan antara dia dan ‘Israel’”. Sebuah sumber tak bernama yang dekat dengan Haftar menjelaskan bahwa jenderal itu “meminta pasukan keamanan ‘Israel’ untuk meningkatkan kehadiran mereka di Libya selatan untuk memotong keinginan Prancis dan Italia untuk mengendalikan wilayah itu”.

Penghubung Haftar dengan ‘Israel’ diduga melalui mantan mata-mata ‘Israel’ Ari Ben-Menashe, yang terkenal karena pekerjaannya melobi dan berhubungan dengan pemimpin-pemimpin kontroversial, termasuk Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo – dikenal sebagai Hemeti – yang saat ini mengepalai Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan dan bekerja sama dengan Dewan Transisi Militer negara itu.

‘Israel’ bergabung dengan pendukung-pendukung regional Haftar lainnya, termasuk Uni Emirat Arab (UAE), Mesir, Arab Saudi, Rusia dan Prancis, yang menyediakan bantuan materil dan finansial untuk pasukannya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:droneisraelLibya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya spyware pegasus India Mencaplok Kashmir di Bawah Bayang-Bayang Gelap ‘‘Israel’’
Tulisan selanjutnya Idul Adha, Masjid Istiqlal Sediakan Shaf VIP untuk Penyandang Disabilitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?