Hidayatullah.com–Beijing mendukung tindakan lebih keras untuk menghentikan aksi-aksi protes yang mengguncang Hong Kong selama beberapa bulan terakhir. Hal itu dikatakan seorang pejabat senior China pada hari Rabu (6/11/2019), hanya beberapa jam setelah seorang pria bersenjatakan pisau menikam seorang anggota parlemen Hong Kong pro-Beijing di pusat bisnis itu.
Han Zheng, wakil perdana menteri China, dalam sebuah rapat resmi di Beijing dengan pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan bahwa aksi protes anti pemerintah di Hong Kong telah merusak formula “satu negara dua sistem”, yang diterapkan di bekas koloni Inggris itu sejak dikembalikan ke China pada tahun 1997.
“Kami dengan tegas mendukung pemerintah Kawasan Administrasi Khusus untuk mengambil kebijakan lebih proaktif dan lebih efektif guna menuntaskan masalah-masalah sosial ini,” kata Han, yang duduk di sisi Lam di ruang pertemuan di Diaoyutai State Guesthouse, seperti dikutip Reuters.
Han mengatakan masalah-masalah sosial yang dimaksud termasuk tempat tinggal yang tidak terjangkau harganya di kota itu, yang dikategorikan sebagai kawasan khusus China.
Hari Selasa (5/11/2019), Partai Komunis mengatakan tidak akan mentoleransi perilaku separatis apapun, setelah sebagian demonstran di Hong Kong menyerukan kemerdekaan. Han mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi sudah melewati batas hukum dan moral.
Pertemuan Han dengan Lam itu digelar hanya beberapa jam setelah seorang pria menikam politisi pro-Beijing Junius Ho di bagian dada dengan pisau.
Aksi penikaman Ho itu merupakan yang teranyar dari rangkaian serangan terhadap kandidat-kandidat yang akan maju dalam pemilihan dewan tingkat distrik di Hong Kong yang akan digelar pada 24 November. Kandidat dari kubu pro-Beijing maupun anti-Beijing sama-sama diserang.
Dalam sebuah pernyataan online, Ho mengatakan bahwa dirinya terluka di bagian dada kiri, tetapi nyawanya tidak dalam bahaya. Dua orang koleganya ikut terluka dalam serangan itu.
Dalam rekaman video yang beredar luas, pelaku serangan tampak menyerahkan sebuah rangkaian bunga kepada Ho sebelum mengambil pisau dari tas dan menikamnya.
Motif serangan terhadap Ho tidak diketahui, tetapi dia sempat mengundang kemarahan warga setelah pada bulan Juli terekam kamera sedang tertawa dan berjabat tangan dengan tersangka anggota triad, yang menyerang para demonstran muda.
Jimmy Sham, seorang tokoh Civil Human Rights Front, termasuk orang yang mengalami serangan. Dia dipukuli sejumlah pria dengan palu pada bulan Oktober, setelah kelompoknya menggelar unjuk rasa menentang RUU ekstradisi yang sekarang sudah dicabut.
Anggota Dewan Distrik Andrew Chiu sebagian telinganya digigit oleh seorang pria bersenjatakan pisau di sebuah pusat perbelanjaan pekan ini.
Hari Selasa, Carrie Lam bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Shanghai, yang memberikan dukungan bagi pemerintahannya di Hong Kong.
Menyusul pertemuan itu, Lam membantah rumor yang menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan pemberian amnesti bagi demonstran yang dikenai jerat hukum.*