Hidayatullah.com—Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan bahwa rumah-rumah ibadah akan dibuka kembali mulai 1 Juni dengan protokol ketat pencegahan penyebaran coronavirus.
Gereja, masjid, kuil dan bangunan lain yang diakui sebagai tempat peribadatan akan diharuskan menjaga jarak orang-orang yang datang untuk beribadah.
Aturan maksimum 50 orang dalam satu ruangan disesuaikan dengan luas ruang atau gedung bersangkutan, lansir BBC Rabu (27/5/2020).
Semua orang harus diwajibkan mengenakan masker dan membersihkan tangan.
Presiden Ramaphosa mengakui peran tokoh-tokoh keagamaan dalam masyarakat, termasuk dalam urusan konseling dan peribadatan.
Dia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengganggu kesejahteraan religius masyarakat dan karenanya tempat peribadatan harus segera dibuka kembali seiring dengan pelonggaran aturan lockdown.
Presiden mengumumkan hari doa nasional yang akan digelar pada tanggal 31 Mei.
Rumah ibadah di seluruh penjuru Afrika Selatan ditutup selama karantina wilayah demi mengerem laju penyebaran coronavirus. Sebagian tokoh keagamaan memindahkan ceramah keagamaan dan kebaktiannya ke daring.
Afrika Selatan sejauh ini mencatat 24.264 kasus infeksi coronavirus dengan 524 kematian. Jumlah kasus infeksi itu merupakan yang tertinggi di Benua Afrika.*