Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kurun 3 Bulan Amerika Serikat Eksekusi 6 Terpidana Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2020 16:18 4:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 September 2020 16:18
Bagikan
Salah satu ruang eksekusi mat di Amerika Serikat.i
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Amerika Serikat menyuntik mati terpidana pemerkosaan dan pembunuhan William LeCroy hari Selasa (22/9/2020), yang merupakan eksekusi keenam selama pemerintahan Presiden Trump pada musim panas ini, setelah lama tidak dilakukan hukuman mati di tingkat federal.

LeCroy, 50, dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09:06 EDT setelah petugas dari US Bureau of Prisons memberikannya suntikan barbiturate pentobarbital dalam dosis fatal di kamar eksekusi di Terre Haute, Indiana, kata lembaga pemasyarakatan AS itu seperti dilansir Reuters.

Eksekusi dilakukan tak lama setelah Mahkamah Agung AS menolak petisi yang meminta agar eksekusi tidak dilakukan sampai pengacara utama LeCroy, yang menderita sakit kronis, dapat melakukan perjalanan ke Terre Haute tanpa khawatir tertular Covid-19.

Eksekusi itu merupakan pelaksanaan hukuman mati keenam yang dilakukan kurun 3 bulan terakhir. Jumlah itu melebihi total eksekusi federal yang dilakukan di masa presiden-presiden AS sebelum Trump sejak 1963.

Satu eksekusi lagi dijadwalkan akan dilakukan hari Kamis (24/9/2020) atas nama terpidana kasus pembunuhan Christopher Vialva, orang kulit hitam pertama yang menghadapi hukuman mati di tingkat federal semasa Trump.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintahan Trump mengakhiri 17 tahun masa hiatus eksekusi pada Juli, setelah tahun lalu mengumumkan bahwa Bureau of Prisons mengubah protokol suntik mati dari kombinasi tiga obat –yang terakhir dipraktikkan pada 2003– menjadi suntikan satu obat mematikan.

Protokol baru itu lolos pertarungan hukum yang panjang. Bulan lalu, seorang hakim federal di Washington DC memutuskan bahwa Departemen Kehakiman melanggar Food, Drug, and Cosmetic Act karena tidak meminta resep dokter dalam penggunaan suntikan barbiturate, jenis obat yang aturan penggunaannya sangat ketat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikateksekusiterpidana matiTrump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya EU Drug Report 2020: Pil Pesta Berkurang, Pembelian Narkoba Online Naik
Tulisan selanjutnya Amanah Memimpin Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?