Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Spanyol Jadi Pangkalan Kapal Perang AS

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Oktober 2011 09:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat dan Spanyol sepakat memperkuat kerjasama pertahanan untuk membangun sistem pertahanan anti rudal di Eropa, dengan menjadikan pangkalan Rota sebagai tempat berlabuhnya kapal-akal perang anti rudal milik Amerika Serikat.

Menurut sejumlah pejabat pertahanan senior Amerika Serikat, kesepakatan pangkalan Rota, yang terletak di pantai baratdaya Spanyol itu, sangat efisien bagi Amerika.

Kesepakatan pangkalan di Rota, di tepian Samudera Atlantik dekat Cadiz, “memperkuat kehadiran kami yang berkesinambungan di Mediterania” dan “akan memberikan kontribusi bagi keamanan di Mediterania serta kawasan timur Atlantik,” kata seorang pejabat pertahanan seperti dikutip Reuters (05/10/2011).

“Anda mungkin perlu 10 kapal jika mereka ditempatkan di timur Amerika agar bisa … transit melintasi samudera bolak-balik melakukan patroli di Mediterania,” katanya. “Tapi dengan menempatkannya di … Rota, kami bisa terus mempertahankan kehadiran kami dengan biaya yang lebih rendah, menggunakan 4 kapal dan bukannya 10,” imbuhnya.

Amerika Serikat berkomitmen menempatkan kapal perang anti rudalnya di Mediterania setidaknya satu kapal sepanjang waktu. Dengan adanya pangkalan di Rota, AS bisa menempatkan kapal perang lebih dari satu untuk berpatroli terus-menerus di kawasan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Obama mengubah kebijakan sistem pertahanan anti rudal Amerika Serikat pada tahun 2009, dengan mengesampingkan rencana pendahulunya, George W. Bush, untuk membangun sistem pertahanan anti rudal di darat di Polandia dan Republik Ceko.

Keputusan itu mengurangi gesekan dengan Rusia, yang khawatir anti rudal AS mengarah ke fasilitas nuklirnya.

Pemerintah Bush merencanakan sistem pertahanan anti nuklir di darat dengan tujuan menarget negara-negara yang disebutnya “buruk” seperti Iran dan Korea Utara, yang berusaha membuat rudal dengan kemampuan jelajah lebih jauh dan membangun proyek nuklir.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelestina Minta Saudi Boikot “ALSTOM”
Tulisan selanjutnya Pengadilan Israel Kaji Sekte Yahudi “Bercadar”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?