Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Maroko dan ‘Israel’ Menutup Normalisasi dengan Kesepakatan Penerbangan Langsung Pertama

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 22 Desember 2020 20:02 8:02 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 22 Desember 2020 20:02
Bagikan
Gerakan anti Israel di Maroko
Bagikan

Hidayatullah.com–Jared Kushner, menantu dan penasihat Presiden AS Donald Trump, dijadwalkan tiba Selasa (22/12/2020) di Maroko dari ‘Israel’. Perjalanan itu menggunakan penerbangan komersial langsung pertama antara kedua negara sejak mereka menormalisasi hubungan, lapor The New Arab.

Penerbangan dari Tel Aviv ke Rabat dipandang sangat simbolis setelah Maroko pada 10 Desember mengumumkan “dimulainya kembali hubungan” dengan ‘Israel’.  Ini juga bertujuan untuk menampilkan pencapaian pemerintahan Trump dalam diplomasi Timur Tengah, beberapa minggu sebelum Trump digantikan di Gedung Putih oleh Presiden terpilih Joe Biden.

Maroko menjadi negara Arab ketiga tahun ini, setelah Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ di bawah kesepakatan yang ditengahi AS, sementara Sudan telah berjanji untuk mengikutinya.  Sebagai imbalannya, presiden AS memenuhi tujuan Maroko selama puluhan tahun dengan mendukung kedaulatannya yang diperebutkan di Sahara Barat.

Tindakan tersebut membuat geram Front Polisario pro-kemerdekaan yang didukung Aljazair, yang menguasai sekitar seperlima wilayah gurun yang dulunya merupakan koloni Spanyol.  Kushner akan memimpin delegasi Amerika, dan selama kunjungannya ke Rabat serangkaian perjanjian akan ditandatangani antara Maroko dan ‘Israel’, menurut para pejabat.

Negosiasi yang mengarah pada dimulainya kembali hubungan Maroko dengan ‘Israel’ termasuk pembukaan konsulat AS di Sahara Barat, dan investasi AS yang oleh media Maroko digambarkan sebagai “kolosal”. Pada saat yang sama ‘Israel’ dan Maroko akan membuka kembali kantor diplomatik dan mengaktifkan kerja sama ekonomi di antara mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maroko menutup kantor penghubungnya di Tel Aviv pada tahun 2000, pada awal intifada kedua Palestina, atau pemberontakan.  Raja Muhammad VI mengatakan Maroko akan tetap menjadi pembela Palestina, di sisi lain, penduduk Palestina telah berduka dan mengutuk pengumuman normalisasi.

Maroko berusaha meredam amarah dengan menegaskan bahwa hubungan dengan ‘Israel’ bukanlah hal baru.  “Perjanjian baru hanyalah formalisasi kemitraan de facto antara Maroko dan Israel sejak 60 tahun yang lalu,” kata bos media Maroko Ahmed Charai.

Dalam sebuah komentar yang diterbitkan awal bulan ini di Jerusalem Post, dia mengatakan kedua negara memiliki “sejarah bersama”, menambahkan bahwa dia “diliputi dengan rasa bangga dan syukur” ketika kesepakatan itu diumumkan.

“Memang benar bahwa kedua negara telah sangat membantu satu sama lain selama beberapa dekade,” tulis Charai. “Tidak hanya kerja sama intelijen dan keamanan membantu Israel mempertahankan diri dalam Perang Enam Hari 1967 dan Maroko memenangkan perang Sahara beberapa tahun kemudian, diplomasi Maroko yang tenang terbukti berperan penting dalam mendorong perdamaian antara Mesir dan ‘Israel’,” tambahnya.

Maroko adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara, yang telah ada sejak zaman kuno dan tumbuh dengan kedatangan orang-orang Yahudi yang diusir dari Spanyol oleh raja-raja Katolik dari tahun 1492.  Ini mencapai sekitar 250.000 pada akhir 1940-an, 10 persen dari populasi nasional, tetapi banyak orang Yahudi pergi setelah pembentukan ‘Israel’ pada tahun 1948.

Sekitar 3.000 orang Yahudi tetap tinggal di Maroko, dan komunitas Casablanca adalah salah satu yang paling aktif di negara itu.  Sementara ‘Israel’ adalah rumah bagi 700.000 orang Yahudi asal Maroko.

Meskipun hubungan antara kedua negara dihentikan pada tahun 2000, perdagangan antara ‘Israel’ dan Maroko tidak.  Antara 2014 dan 2017, volume pertukaran perdagangan mencapai 149 juta AS dolar, menurut statistik yang diterbitkan oleh surat kabar Maroko.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelmarokoNormalisasi dengan Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coronavirus Akhirnya Mencapai Benua Antartika
Tulisan selanjutnya Bank Syariah Indonesia dan Amanat Konstitusi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?

Berita
3 Agustus 2026 05:00
Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

Terbaru

  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?