Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Film Fahrenheit 9/11 disambut Penonton

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2004 10:00 10:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2004 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah–Film kontroversial “Farenheit 9/11” yang mulai diputar kemarin ternyata bikin panas para pendukung Presiden Bush. Saat mulai diputar di bioskop-bioskop di Negeri Paman Sam, Jumat malam (Sabtu pagi WIB), banyak penonton yang mengantrenya.

Di Washington, tiket film tersebut sudah ludes sehari sebelumnya. Di hari pertama pemutaran film, banyak yang memaksa duduk di lantai bioskop karena jumlah kursi kurang.

Di Georgetown, yang menjadi jantung ibu kota AS itu, film tersebut diputar di gedung bioskop yang menyediakan 14 layar. Tiga di antaranya memutar film itu.

Secara bersamaan, film tersebut diputar di 868 bioskop. Itu menjadi rekor tersendiri untuk film dokumenter.

Di San Fransisco, banyak penonton yang tersentuh hatinya menyaksikan film tersebut. “Film ini membuat saya emosional. Saya menjadi tahu kemunafikan pemerintah (Bush),” kata Rita Alexander Garder yang menonton bersama tunangannya, Alexander.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Garder, film tersebut mungkin tidak akan mempengaruhi pendukung Partai Republik. “Namun, film itu akan memberi inspirasi bagi mereka yang belum menentukan pilihan,” katanya.

Garder bisa jadi benar. Penonton lain, Todd Hallauer, menilai, pemutaran film tersebut tepat waktu. “Ini benar-benar luar biasa. Pas menjelang pemilihan,” katanya.

Kemungkinan tersebut dibantah pejabat Partai Republik negara bagian, Utah Joe Cannon. “Film tersebut tidak akan mempengaruhi saya. Saya yakin, itu juga tidak mempengaruhi banyak orang,” tegasnya.

Menurut Cannon, pesan dalam film itu hanya akan berpengaruh pada pekerja kelas bawah yang kehilangan pekerjaan mereka selama pemerintahan Bush. “Mereka itulah penonton film buatan Moore tadi,” ledeknya.

Daya tarik film dengan durasi jam itu adalah pesan “Anti-Bush.” Sebagian besar penonton, sejak semula, memang anti-Bush. “Saya ingin melihat Bush keluar dari Gedung Putih,” ungkap Suster Alexandra Moss yang menonton bersama ibunya.

Namun, tidak sedikit pendukung Bush yang mendatangi gedung bioskop untuk melihat film tersebut. Mereka, kebanyakan, datang untuk memenuhi rasa penasaran. Sebab, film tersebut menjadi perbincangan dan memenangkan penghargaan pada festival film Cannes di Prancis.

“Farenheit 9/11” hanya salah satu indikasi besarnya gerakan anti-Bush yang tengah berkembang di masyarakat AS saat ini. Bukan tanpa tujuan kalau film tersebut diputar di saat gencar-gencarnya kampanye pemilihan presiden.

Tentu saja, kubu Partai Republik yang mencalonkan Bush paling sewot. Mereka mendesak para pengelola bioskop untuk tidak memutar film tersebut -setidaknya hingga selesai masa kampanye-. Para pendukung Bush itu menilai, “Farenheit 9/11” menusuk pemerintah Bush dari belakang.

Upaya menghambat pemutaran film tersebut sudah terjadi sejak awal. Distributor film Miramax, misalnya, dilarang mengedarkan film itu. Namun, “Farenheit 9/11” tidak tertahankan setelah Lions Gate dan IFC bersedia mengambil alih peran Miarax itu.

Kontroversial

“Fahrenheit 9/11” merupakan film dokumenter yanmg bercerita tentang peristiwa ambruknya menara kembar WTC pada 11 September.

Film ini merupakan garapan sutradara Michael Moore yang menang dalam Festival Film Cannes Ke-57 kemarin. Film ini bercerita seputar pemerintahan Presiden George W Bush dan hubungannya dengan serangan ke World Trade Center (WTC), New York, 9 September 2001 lalu. Dalam cerita itu, Moore melakukan banyak kritikan pedas terhadap Presiden W Bush dan rakyat AS menyangkut peristiwa itu.

Film ini bercerita tentang Bush yang memanfaatkan 11 September untuk menjalankan agenda politik tersembunyi, seperti menyerang Afghanistan dan menjajah Iraq. Fakta lain yang justru paling menarik adalah adanya hubungan bisnis antara keluarga Bush serta orang-orang terdekatnya (seperti Wakil Presiden Dick Cheney) dengan keluarga kerajaan Arab Saudi. Yang menarik, hubungan bisnis ini juga melibatkan anggota keluarga Usamah bin Ladin. Tokoh yang selalu dikecam Bush dan diburunya hingga kini meski tak jelas rimbanya. (afp/ap/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nasehat dan Harapan Untuk Amien Rais
Tulisan selanjutnya PM Pakistan Meletakkan Jabatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?