Hidayatullah.com–Seorang kepala dinas intelijen dalam negeri di Jerman telah dibebastugaskan karena gagal menyampaikan informasi tentang serangan teror di Berlin pada tahun 2016.
Dua belas orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika setelah seorang pelaku serangan menikam seorang sopir truk dan menabrakkan kendaraan besar itu ke arah pejalan kaki di kawasan pasar Natal di Berlin.
Hari Rabu (13/1/2021), Reinhard Müller dicopot dari jabatan kepala dinas intelijen domestk Landesbehörde für Verfassungsschutz (LfV) wilayah negara bagian Mecklenburg-Vorpommern.
Menteri Dalam Negeri di negara bagian itu mengkonfirmasi kabar itu dengan mengatakan bahwa Müller “dipensiunkan sementara”, lansir Euronews.
Müller mengatakan kepada anggota parlemen Jerman bahwa lembaganya tidak segera membagikan informasi ke pihak penyidik tentang kemungkinan adanya para penyokong pelaku serangan tersebut.
Seorang informan memberitahu pihak berwenang pada tahun 2017 bahwa pelaku serangan itu melarikan diri meninggalkan ibukota setelah melakukan serangan dengan bantuan sebuah keluarga bromocorah di Berlin.
Informasi tentang adanya orang-orang yang membantu pelaku serangan baru disampaikan oleh LfV pimpinan Müller dua tahun kemudian, setelah agen rahasia yang menangani informan tersebut menghubungi langsung pihak intelijen federal Jerman.
Pelaku serangan itu, yang kemudian diklaim oleh kelompok ISIS alias Daesh alias IS, tewas empat hari kemudian dalam baku tembak dengan Kepolisian Italia.
Para pejabat tinggi mengkritik dinas-dinas keamanan Jerman yang terlibat dalam investigasi kasus itu, berargumen bahwa polisi kemungkinan telah melewatkan kesempatan untuk menangkap pelaku beberapa bulan sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri Mecklenburg-Vorpommern, Torsten Renz, mengatakan dalam sebagai pernyataan bahwa “perubahan personel” perlu dilakukan, dan melindungi konstitusi dari para musuh merupakan prioritas kerjanya.
Lebih lanjut Renz mengatakan bahwa sebuah komisi dibentuk untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap struktur dan prosedur yang ada di lingkungan dinas intelijen.*