Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Inggris Konsultan Humas Najib Razak Jadi Terdakwa Pencucian Uang 1MDB

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2019 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2019 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pria Inggris yang berperan sebagai spin doctor mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak ditetapkan sebagai terdakwa pencucian uang jutaan dolar dalam skandal mega korupsi di tubuh lembaga keuangan 1MDB.

Paul Stadlen, yang bekerja sebagai konsultan humas selama Najib 9 tahun berkuasa, menghadapi 2 dakwaan pencucian uang lebih dari $3 juta, lapor The Guardian Kamis (21/2/2019).

Stadlen dituduh mengawasi transfer uang ke sejumlah perusahaan antara Juni 2014 dan Agustus 2015.

Dalam sebuah pernyataan, pengacara Stadlen di London, Mishcon de Reya, menyangkal semua tuduhan terhadap kliennya dan menuding pemerintah Malaysia memanfaatkan Stadlen sebagai bagian dari “agenda politik” mereka dalam melawan Najib Razak.

Stadlen merupakan figur kontroversial di Malaysia. Dia pertama kali bekerja untuk Razak pada tahun 2009 ketika perusahaan humas tempatnya bekerja, Apco Worldwide, memenangkan kontrak dari pemerintah Malaysia. Ketika kontrak itu berakhir dalam konstroversi berkaitan hubungan perusahaan dengan Israel, Stadlen pindah kerja ke FBC Media yang mendapat kontrak jutaan dolar dari pemerintah Malaysia untuk mempopulerkan Razak di luar negeri. Perusahaan terakhir ini belakangan terungkap berkaitan dengan Paul Manafort, manajer kampanye Donald Trump yang sekarang menjadi terpidana di Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kontrak dengan FBC Media itu rupanya juga berakhir tidak mulus, sehingga kemudian Stadlen bekerja langsung untuk kantor perdana menteri Najib Razak dengan tugas mempromosikan agenda pemerintahan Razak ke media internasional. Tahun 2015 namanya tercoreng setelah media Malaysia membongkar gaya hidup hedonisnya yang kerap berpesta pora dengan wanita-wanita cantik dan sebuah pernyataan dikeluarkan oleh pemerintahan Razak yang mengatakan bahwa Stadlen tidak digaji dengan uang negara.

Tahun lalu, komisi antikorupsi Malaysia mengatakan bermaksud berbicara dengan Stadlen sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi di 1MDB.

Menurut The Guardian, Stadlen sudah meninggalkan Malaysia sejak bulan Mei tahun 2018, pertama dengan menuju Bangkok lalu meneruskan perjalannya menuju London.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kawasan Bersejarah Dhaka Terbakar, Puluhan Orang Tewas
Tulisan selanjutnya Skandal Pedofilia yang Menggerogoti Gereja Katolik Dibahas dalam Pertemuan 5 Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?