Hidayatullah.com—Rentetan tembakan diarahkan ke sebuah kendaraan yang ditumpangi pembantu utama Presiden Ukraina hari Rabu (22/9/2021).
Lebih dari 10 peluru menghantam kendaraan tersebut dan melukai pengemudinya di dekat desa Lesnyky, sekitar 5 km jauhnya dari ibukota Kyiv, kata pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan. Investigasi dugaan upaya pembunuhan berencana telah dibuka atas kasus tersebut, lapor Reuters.
Salah satu stasiun televisi lokal mengatakan setidaknya 19 lubang peluru terlihat di sisi pengemudi.
Seorang anggota parlemen senior mengatakan bahwa pembantu presiden tersebut, Serhiy Shefir, tidak terluka. Shefir merupakan orang dekat Presiden Volodymyr Zelenskiy, yang mengepalai sejumlah penasihatnya.
Zelinskiy mengatakan tidak tahu siapa yang berada di balik serangan itu.
“Jika seseorang mengirimi saya pesan dengan cara menembaki teman saya, itu adalah suatu kelemahan,” ujarnya.
Zelenskiy, komedian yang naik ke puncak kekuasaan dengan janji akan melawan oligarki dan memerangi korupsi, saat ini sedang berada di Amerika Serikat guna mengikuti sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Salah satu penasihatnya, Mykhailo Podolyak, mengatakan upaya pembunuhan itu bisa menjadi akibat dari perjuangan presiden melawan oligarki.
“Serangan terbuka, disengaja, dan sangat kejam dengan senjata otomatis ini tidak dapat tidak lain merupakan percobaan pembunuhan terhadap anggota tim kunci,” kata Podolyak kepada Reuters.
“Kami, tentu saja, mengaitkan serangan ini dengan kampanye agresif dan bahkan militan terhadap kebijakan aktif kepala negara,” kata Podolyak seperti dikutip Interfax Ukraine.
“Kebijakan presiden yang ditujukan untuk transformasi fundamental negara ini akan tetap tidak berubah,” katanya kepada Reuters, menjanjikan tindakan yang lebih keras terhadap oligarki.
Parlemen Ukraina pekan ini dijadwalkan menggodok rancangan undang-undang yang ditujukan untuk mengurangi pengaruh oligarki di bekas negara bagian Uni Soviet tersebut.*