Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kejatuhan Pesawat China Eastern Airlines di Guangxi Tampaknya Disengaja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2022 08:04 8:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2022 08:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah pesawat China Eastern Airlines yang jatuh pada bulan Maret dan menewaskan 132 orang di dalamnya, tampaknya sengaja diarahkan untuk terbang ke arah pegunungan di bawahnya oleh seseorang yang berada di ruang kontrol (kokpit).

Analisis yang dilakukan aparat Amerika Serikat terhadap kotak hitam yang ditemukan di antara serpihan pesawat menunjukkan adanya input yang disengaja dari dalam kokpit, sehingga memaksa pesawat Boeing 737-800 itu menukik tajam, lansir The Guardian Selasa (17/5/2022),

Wall Street Journal mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, “Pesawat melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit.”

Pesawat China Eastern itu sedang dalam posisi terbang datar di ketinggian dan kecepatan yang stabil sebelum tiba-tiba turun lebih dari 20.000 kaki hanya dalam waktu satu menit, lalu jatuh di kawasan pegunungan dekat kota Wuzhou di Provinsi Guangxi.

Penyelidik China memimpin penyelidikan kecelakaan itu, tetapi aparat AS terlibat karena pesawat itu dibuat oleh perusahaan AS Boeing.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara kesalahan dalam desain model yang datang kemudian Boeing 737-Max menjadi penyebab di balik dua kecelakaan fatal pada 2018 di Indonesia dan 2019 di Ethiopia, menyebabkan pesawat model itu dilarang terbang di seluruh dunia, Model pendahulunya 737-800 sejak lama dipakai sehari-hari oleh berbagai maskapai di seluruh dunia.

Pakar-pakar penerbangan mencatat bahwa pola penerbangan yang ditampilkan di situs pelacakan, dan kurangnya panggilan darurat mayday yang dilaporkan atau hilangnya sinyal data, mirip dengan kejatuhan Germanwings pada 2015. Dalam peristiwa itu, pesawat penumpang Airbus A320 sengaja dijatuhkan oleh pilot saat melintasi Pegunungan Alpen Prancis sehingga menewaskan 150 orang.

Laporan WSJ menyebutkan melaporkan bahwa pihak berwenang China belum menunjukkan kepada rekan-rekan mereka di AS bahwa ada masalah mekanis atau kontrol penerbangan dengan pesawat yang jatuh pada 21 Maret itu.

China Eastern mengatakan bahwa pilot dan kopilot keduanya dalam keadaan sehat, tanpa masalah keuangan atau keluarga yang diketahui. Pihak berwenang di China mengatakan segera setelah kecelakaan itu bahwa tidak ada kode darurat yang dikirim dari pesawat, menunjukkan tidak ada penyusup yang bisa mencapai kokpit.

Regulator udara China belum berkomentar selain mengatakan bulan lalu bahwa penyelidik melanjutkan penyelidikan mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:737-800Amerika SerikatBoeingchinaChina Eastern AirlinesGuangxipesawat jatuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu Kota Serbia Beograd Lumpuh Akibat Banyak Ancaman Bom
Tulisan selanjutnya Ketika Waktu Semakin Singkat dan Masa Kehilangan Berkahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Terbaru

  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?