Hidayatullah.com– Rezim Suriah pimpinan Bashar al-Assad hari Rabu (17/8/2022) membantah bahwa pihaknya menahan jurnalis Austin Tice dan sejumlah warga Amerika Serikat lain, setelah Presiden AS Joe Biden menuduh pemerintah Suriah memenjarakannya.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Damaskus “menyangkal telah menculik atau menahan warga Amerika di wilayahnya”, lansir Associated Press.
“AS pekan lalu mengeluarkan pernyataan yang menyesatkan dan tidak logis oleh presiden dan menteri luar negeri Amerika berupa tuduhan tidak berdasar bahwa Suriah telah menculik atau menahan warga negara Amerika, termasuk bekas anggota marinir AS Austin Tice,” kata pernyataan tersebut.
Pernyataan Biden itu dirilis Gedung Putih bertepatan dengan peringatan penculikan Tice ke-10 tahun, yang terjadi ketika bekas marinir itu meliput konflik berdarah di Suriah.
Pernyataan Biden itu dengan terang-terangan menyebut bahwa Washington sangat yakin Tice ditahan oleh rezim Bashar al-Assad.
“Kami telah berulang kali meminta pemerintah Suriah untuk bekerja sama dengan kami sehingga kami dapat membawa pulang Austin.”
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa pemerintah AS telah mendorong Suriah untuk mengembalikan setiap orang Amerika. Khusus kasus Tice secara, katanya, pemerintahan Biden telah “terlibat secara luas – dan termasuk secara langsung – dengan pejabat Suriah dan melalui pihak ketiga.”
Pada bulan Mei, Biden bertemu orangtua Tice dan menegaskan kembali komitmennya untuk mengupayakan kepulangan Austin yang sudah lama tertunda ke keluarganya.
Pada bulan Mei, pejabat tinggi keamanan Libanon Mayjen Abbas Ibrahim bertemu dengan pejabat AS di Washington sebagai bagian dari upaya mediasi antara AS dan Suriah untuk pembebasan Tice. Ibrahim, kepala Direktorat Keamanan Umum Libanon, sebelumnya pernah menengahi sejumlah pembebasan sandera yang rumit.
“Suriah tidak pernah mengakui menahannya,” kata Price tentang Tice, seraya menambahkan bahwa pemerintah AS akan terus berupaya membawa pulang Austin dengan selamat.
Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan membantah telah melakukan kontak rahasia dengan para pejabat AS yang menangani kasus orang hilang. “Setiap dialog resmi dengan pemerintah Amerika pasti akan dipublikasikan dengan menghormati kedaulatan Suriah.”
Tice hilang tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-31 pada 14 Agustus 2012 di sebuah pos pemeriksaan di daerah yang diperebutkan di sebelah barat ibu kota Damaskus. Sebuah video yang dirilis sebulan kemudian menunjukkan dia dalam kondisi ditutup matanya dan dipegangi oleh orang-orang bersenjata. Tice berkata, “Oh, Yesus.” Dia tidak terdengar lagi kabar dan batang hidungnya sejak itu.*