Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sniper Penjajah ‘Israel’ Bunuh 3 Warga Palestina, 2 Anak-anak dan Melukai Raturan Lainnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2018 18:13 6:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2018 18:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penembak jitu (sniper) penjajah ‘Israel’ membunuh tiga pengunjuk rasa damai di Gaza Palestina, dua anak-anak dan melukai 286 lainnya, termasuk dua wanita paramedis, kata kementerian kesehatan Palestina, kutip laman dayofpalestine.

Selama protes mingguan di sepanjang sisi timur Jalur Gaza, para penembak jitu penjajah Israel menargetkan para pengunjuk rasa dengan amunisi hidup dan gas air mata yang aneh.

Kementerian kesehatan mengidentifikasi para martir adalah Shady abdel-Al (12), dari kota utara Gaza, Jabalia, Mohammad Shaqqoura, (16), dari Kamp Pengungsi Al-Burij di daerah Gaza tengah dan Hani Afana (31), dari Gaza selatan, Rafah.

Menurut kementerian kesehatan, 18 anak termasuk diantara para demonstran yang ditembak penembak jitu ‘Israel’ dan dua paramedis perempuan.

Baca: Kampanye Global Anti Blokade Gaza Kembali Disuarakan 

Selain itu, pihak kementerian mengatakan, ada enam pengunjuk rasa yang menderita luka serius, termasuk satu dalam kondisi yang sangat kritis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Militer ‘Israel’ mengklaim bahwa mereka dipaksa menggunakan senjata tajam untuk mencegah aksi di perbatasan oleh sekitar 12.000 orang demonstran yang dijuluki penjajah, ‘perusuh Palestina’ di beberapa daerah dekat pagar perbatasan, meski mereka tidak menimbulkan bahaya.

Rakyat Palestina kembali turun ke jalan untuk menuntut dihentikannya blokade di Jalur Gaza oleh penjajah Zionis ‘Israel’, hari Jumat (14/09/2018) sore.

Baca: Aksi ‘Kembali ke Palestina Terjajah’ terus Berlanjut Sampai Blokade Dicabuut

Dalam aksi yang berlangsung bakda shalat Ashar waktu setempat, rakyat Palestina yang turun ke jalan-jalan di Kota Gaza menyerukan slogan “Perlawanan Adalah Pilihan Kami (Al-Muqawamah Khiyaruna).”

Aksi ini juga diikuti dengan Gerakan Kembali ke Palestina yang terjajah atau Great Return March yang sudah dimulai sejak bulan Maret lalu.

Tindakan keras penjajah Israel terhadap pengunjuk rasa menerima kritik internasional, meskipun Washington mendukung penuh rezim tindakan Zionis ini.

Amerika Serikat (AS) bahkan menuding Hamas sengaja mengorganisir protes untuk mengalihkan perhatian dunia dari masalah kemiskinan di Gaza dan masalah administratif bagi warga Palestina. Hamas, bagaimanapun, membantah tuduhan tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Great Return MarchisraelJalur GazaKembali ke Palestina yang terjajahpalestinaperlawananStop Blokade GazaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ijtima, Ulama dan Tokoh Nasional Siap Perjuangkan Prabowo-Sandi
Tulisan selanjutnya Parlemen Uganda Tak Bayar Pajak Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?