Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bus Jarak Jauh Turki Ogah Berhenti untuk Shalat, Sekularisme Melindungi Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 November 2022 20:44 8:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2022 07:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Keengganan seorang sopir bus jarak jauh Turki untuk menghentikan kendaraannya agar seorang penumpang dapat menunaikan shalat telah memicu perdebatan baru soal prinsip sekularisme negara mayoritas Muslim itu.

Seorang penumpang bus mengeluh di Twitter tentang sopir bus yang tidak bersedia menghentikan kendaraannya untuk memberikan kesempatan dirinya menunaikan shalat akhir pekan kemarin.

Cuitan itu kontan mengundang komentar pro dan kontra warganet Turki, dan memicu pihak perusahaan travel untuk angkat bicara.

“Tidak ada hak yang dinyatakan dalam konstitusi (Turki) yang dapat digunakan untuk melanggar konsepsi demokratis dan sekuler” republik ini, kata perusahaan Oz Ercis dalam sebuah pernyataan, yang menjadi viral. 

Bus tersebut merupakan salah satu kendaraan umum yang menempuh jarak terjauh – menghubungkan daerah Van di dekat perbatasan Iran di sisi timur ke pesisir Laut Aegean di sisi barat Turki – kata pengacara pihak perusahaan travel hati Selasa (8/11/2022) seperti dilansir AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perjalanan bus itu memakan waktu lebih dari 24 jam.

“Perusahaan mendapati dirinya di tengah kontroversi sekularisme. Kami dipilih sebagai target. Namun, kami menghormati semua agama dan kepercayaan,” kata pengacara itu, Tuncay Keserci.

“Tidak mungkin … mengabaikan hak penumpang-penumpang lain yang tidak shalat dan ingin tiba di tempat tujuan tepat waktu, demi satu orang penumpang yang ingin melakukan shalat,” imbuh pernyataan perusahaan itu.

Tanggapan dari pihak perusahaan itu mengundang pujian sekaligus kecaman. Para pendukung memuji keberanian Oz Ercis dalam mempertahankan prinsip sekularisme Turki. Sementara penentangnya mengatakan mereka tidak akan lagi bepergian dengan menggunakan layanan perusahaan bus tersebut.

“Kami adalah korban dari kampanye pembantaian, seolah-olah kami menghalangi orang untuk shalat,” kata Keserci, seraya menambahkan bahwa penumpang yang bersangkutan dapat melakukan shalat ketika bus berhenti di tempat istirahat (rest area).

Keserci mengatakan sekularisme “tidak berarti bahwa kita tidak beragama. Sekularisme juga melindungi Muslim.”

Turki akan menghadapi pemilihan umum tahun depan, tetapi hawa panas kampanye sudah mulai terasa. Isu sekularisme, hijab dan sejenisnya kerap menjadi perdebatan dari tahun ke tahun saat menjelang pemilu, sama seperti di negara-negara Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bus jarak jauhsekularismeshalatTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kerajaan Sambo Mahfud MD Sebut Korupsi di Sektor Pertambangan Luar Biasa
Tulisan selanjutnya TAP MPRS G30S Resmi Dicabut, PDIP Tuntut RI Minta Maaf ke Keluarga Sukarno

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?