Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Islam Pakistan Bikin Takut Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Februari 2012 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.cm–Kebangkitan sebuah organisasi Islam keagamaan di Pakistan telah timbulkan kekhawatiran bagi dunia Barat dan warga Pakistan pro AS, setelah serangan NATO akhir tahun lalu menyebabkan tewasnya 24 tentara Pakistan.

Sebuah aliansi Islam, yang menyebut diri Difa-e-Pakistan Ittehad atau the Defense of Pakistan Alliance (DPA), belakangan ini berusaha menggalakkan kampanye anti Barat, dengan melancarkan demonstrasi di berbagai kota di seluruh Pakistan. Kelompok itu telah mendapat kritik di luar negeri dan di Pakistan, karena dituduh menjadi wadah kekuatan Islam yang menyebabkan ancaman bagi stabilitas Negara. Demikian dikutip DW-WD.

Kelompok ini adalah wadah gabungan yang merepresentasikan sekitar 40 partai politik keagamaan, banyak dari mereka sebelumnya dianggap kelompok teroris. Mereka berargumentasi, aliansi itu penting karena pemerintah dan wadah keamanan nasional gagal untuk mempertahankan Pakistan.

Dalam demonstrasi massal di seluruh Pakistan belum lama ini, termasuk di ibukota Islamabad dan kota pelabuhan Karachi, yang menarik banyak pendukung melebihi dugaan semula, DPA mendesak agar Pakistan menghentikan seluruh kerjasama politiknya dengan dunia Barat, terutama AS. Di samping itu, kelompok sayap kanan itu juga menyerukan agar AS dan India tidak dibiarkan “menduduki” Pakistan. 

‘Matilah Amerika’

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di antara slogan aksinya adalah, “Matilah Amerika,” “Jangan percaya India” dan “Jangan buka rute pasokan NATO bagi pasukan internasional di Afghanistan, yang sudah ditutup.”

Pemimpin aliansi itu adalah Maulana Sami-ul-Haq, yang terkenal sebagai salah seorang pimpinan spiritual yang menjadi kepala sejumlah madrasah di Pakistan barat laut. Salah satu tokoh utama lainnya adalah Maulana Fazlur Rehman Khalil, yang pernah menjadi pemimpin Harkat-ul-Mujahideen, sebuah kelompok Islam yang dikaitkan hubungan dengan Al Qaidah.

Dalam demonstrasi di Islamabad yang diikuti beberapa kelompok religius. Islamabad (20/02/2012) lalu, kelompok ini mengajak protes intervensi AS di negeri tersebut.

“Hari ini, kami berkumpul di sini untuk menyerukan protes terhadap intervensi AS di Pakistan,” demikian dikatakan Maulana Sami ul-Haq dalam wawancara dengan kantor berita AFP dalam demonstrasi anti AS baru-baru ini di Islamabad. “Protes kami arahkan terhadap kemungkinan diadakannya lagi pasokan bagi NATO, okupasi oleh India dan AS serta penguatan pertahanan negara,” demikian dikatakan Maulana Sami ul-Haq.

Seorang tokoh, Hafiz Abdur Rehman Makki, berbicara di depan massa di Islamabad dan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah “kematian bagi AS”.

Sementara itu, Hamid Gul, seorang bekas jenderal dan mantan pemimpin dinas rahasia militer Pakistan, ISI (Inter-Services Intelligence) juga menjadi tokoh penting dalam aliansi ekstrim kanan itu. Ia pernah menyatakan, bahwa AS terlalu banyak ikut campur di kawasan tersebut. Bagi banyak analis, keanggotaannya dalam DPA adalah pertanda bahwa pemerintah Pakistan kemungkinan memberikan persetujuan tidak langsung.

Dalam sebuah aksi demontrasi di Islamabad,  Hamid Gul menyampaikan pernyataannya akan bersikap keras pada Pakistan jika pemerintah negeri itu masih bekerjasama dengan Amerika.

“Selama 10 tahun, pemerintah Pakistan mengucurkan darah bangsa dalam persekutuan dengan AS. Di masa lalu kami mendesak dan mengatakannya lagi sekarang, ini bukan perang kami,” demikian dikatakan Hamid Gul di depan massa pada demonstrasi di Islamabad. “Rakyat Pakistan tidak akan mengijinkan pemberian pasokan bagi tentara NATO di Afghanistan. Jika pemerintah bekerjasama dengan AS dan agresinya, bangsa ini akan bangkit melawan mereka.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media Islamold migratePakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ustad Ba’asyir Jalani Operasi Katarak
Tulisan selanjutnya DPRD Balikpapan Usulkan Pembatasan Operasi Warnet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?