Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Australia: Paus Harus Pecat Uskup Agung Philip Wilson

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2018 19:01 7:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2018 19:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyeru kepada Paus Fransiskus agar memecat seorang uskup agung yang divonis bersalah menutup-nutupi kasus pencabulan terhadap anak-anak.

Uskup Agung Adelaide Philip Wilson bulan Mei dinyatakan bersalah menutupi kasus pedofilia oleh seorang pendeta, tetapi dia menolak mundur dari jabatannya.

Wilson, saat ini pejabat Gereja Katolik sedunia paling tinggi jabatannya yang divonis bersalah menutupi kasus pedofilia, mengatakan akan mengajukan banding.

“Sudah waktunya Paus sendiri yang memecatnya,” kata Turnbull seperti dilansir BBC (19/7/2018).

Dua pekan setelah Wilson divonis bersalah dan dimasukkan tahanan, PM Australia itu mengatakan “otoritas tertinggi di Gereja [Katolik] sekarang harus bertindak turun tangan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sudah banyak pemimpin yang menyeru agar dia [Wilson] mengundurkan diri – sudah jelas dia harus mundur,” kata Turnbull kepada awak media di Sydney.

Sepanjang persidangan, Wilson senantiasa mengatakan dirinya tidak mengetahui pencabulan terhadap anak-anak altar oleh rekannya sesama pendeta, James Patrick Fletcher, di New South Wales pada tahun 1970-an.

Namun, pengadilan menampik dalih uskup Katolik itu, dengan mengatakan bahwa Wilson memilih diam tutup mulut demi melindungi reputasi gereja.

Fletcher divonis bersalah atas 9 dakwaan pedofilia pada 2004. Namun, tak lama kemudian dia meninggal di dalam jeruji besi.

Awal bulan ini, Australian Catholic Bishops Conference mengatakan bahwa hanya Paus yang memiliki otoritas untuk memaksa Wilson meletakkan jabatannya.

Sebagian uskup bahkan menawarkan diri untuk memberikan “konsultasi pribadi”, kata Uskup Agung Mark Coleridge dalam pernyataannya.

Hal tersebut mengemuka setelah seorang hakim pengadilan rendah memerintahkan dilakukannya pengkajian kemungkinan “penahanan rumah” atas Wilson selama 12 bulan, yang artinya petinggi gereja Katolik itu akan terhindar dari sel penjara.

Wilson mengalihkan tugas-tugasnya sebagai rohaniwan setelah divonis, tetapi tetap berstatus sebagai uskup agung. Dia mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya apabila upaya bandingnya gagal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Turki Ditangkap dengan Tuduhan Menghina Ataturk di Video
Tulisan selanjutnya Nabi Palsu di Ethiopia Gagal Menghidupkan Orang Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?