Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Jatuhkan 244 Bom Gentong Selama Bulan Juli

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2017 07:42 7:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2017 09:15
Bagikan
Korban Kekejaman Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com–Rezim keji dukungan Rusia dan Iran, Bashar al Assad bertanggungjawab atas “tidak kurang dari 244 bom gentong” yang dijatuhkan di zona-bebas konflik di Suriah selama bulan Juli, lapor Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR).

Laporan itu diterbitkan setelah Rusia dan AS mencapai kesepakatan genjatan senjata di Suriah barat pada awal Juli.

Pihak rezim dilaporkan pada bulan Juli paling banyak melancarkan serangan bom gentong di wilayah selatan, menjatuhkan 142 bom gentong di Kota Daraa, yang berada di dalam zona bebas-konflik.

Laporan SNHR menunjukkan bahwa rezim Assad telah melanggar Pasal 7 dari Statuta Roma melalui penggunaan sistematis bom gentong, yang merupakan “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Baca: Helikopter Rezim Bashar Jatuhkan Bom Gentong

Penggunaan bom gentong yang dalam laporan itu disebut sebagai “senjata khusus dengan dampak kehancuran yang besar,” juga telah secara spesifik dikecam oleh Dewan Keamanan PBB dalam Resolusi 2139.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Rezim juga lebih memilih menggunakan bom gentong buatan lokal dari pada senjata lain karena biayanya yang murah dan daya hancurnya yang besar. Bom-bom itu kebanyakan dijatuhkan di wilayah penduduk sipil, dengan tujuan “sengaja” agar banyak orang yang terbunuh, laporan itu mengatakan. Tergantung dari jumlah bahan peledak di dalamnya, bom-bom itu dapat menghancurkan wilayah sebesar 50-200 meter.

Baca: Rezim Suriah Lanjutkan Pemboman di Kota Daraa

Laporan itu juga menyebutkan bahwa jumlah wanita dan anak-anak yang terbunuh oleh bom gentong di Suriah berkisar dari 12 hingga 35 persen, ditambahkan pula bahwa 4,476 bom gentong telah dijatuhkan helikopter-helikopter rezim selama tujuh bulan pertama tahun 2017.

SNHR mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan embargo senjata atas rezim Assad, menuntut mereka yang menyuplai senjata itu, dan melaporkan kasus itu ke Pengadilan Kejahatan Nasional, agar dewan itu tidak kehilangan semua kredibilitas dan tujuannya.

Rezim dan pasukan oposisi di negara itu telah terlibat dalam perundingan yang sedang berjalan terkait para pelanggar kesepakatan genjatan senjata di empat wilayah di Suriah.

Dalam pertemuan di Ibu Kota Kazakhtan pada 4 Mei, tiga negara penjamin; Turki, Iran dan Rusia telah sepakat untuk mendirikan zona bebas konflik di Suriah. Tiga wilayah tersebut yaitu Idlib, Latakia dan Homs, Damaskus/Ghouta Timur serta beberapa bagian di Daraa dan Quneitra.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadbomBom Gentongmilisi SYiahResolusi PBBRezim AssadSNHRsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asosiasi Pers Asing Kecam Rencana Penutupan Aljazeera
Tulisan selanjutnya Sikap “Pro-Nasional” dan “Anti-Islam” Warisan Penjajah Belanda?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?