Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kecaman Kasus Penculikan Aktivis Islam Terus Berdatangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2003 11:11 11:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2003 11:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang semena-mena dan tanpa bukti yang jelas melakukan penangkapan terhadap sejumlah umat Islam yang aktif di Masjid atau organisasi Islam dengan tuduhan dicurigai terlibat dalam aksi-aksi terorisme. “Tindakan penangkapan tersebut tak berbeda dengan tindakan yang dilakukan aparat di masa lalu pada masa Orde Baru berdasarkan UU Anti-Subversif,” kata Ketua MUI Amidhan ketika menerima pengaduan para keluarga korban penangkapan oleh aparat keamanan di Mesjid Istiqlal di Jakarta, Selasa. Didampingi Ketua MUI lainnya seperti Nazri Adlani, Zakiah Darajat, dan Adang Harahap, Amidhan meminta aparat kepolisian agar memperlakukan orang-orang yang ditangkap tersebut secara baik dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. “Jangan berdasarkan informasi yang tidak jelas dan tak berdasarkan fakta main menangkap orang, menangkap dengan cara-cara yang tak sesuai UU, dan membuat keluarga korban penangkapan yang belum tentu benar merasa sudah menjadi tertuduh,” kata Amidhan. Pihaknya juga memohon kepolisian agar memberi surat penangkapan resmi ketika menangkap seseorang, memberi tahu tempat ditahannya tersangka kepada keluarganya, memberi izin keluarganya besuk, dan bebaskan setelah tujuh kali 24 jam bila tak terbukti sesuai UU no 15/2003 tentang Terorisme serta meminta agar memberi hak kepada orang yang ditangkap untuk didampingi pengacara. Dikatakan Amidhan, pihaknya juga sangat menyesalkan opini dan stigmatisasi yang dibentuk media massa yang mengaitkan terorisme dengan Islam, termasuk dengan cara memblow-up soal Jamaah Islamiyah (JI), padahal pelaku-pelaku bom Bali saja tak pernah menyebut dirinya anggota JI. “Kami juga menyayangkan pengaitan tempat ibadah Masjid dengan kegiatan terorisme, ini sangat menyedihkan sekali bagi Umat Islam,” katanya. Reaksi Keras Dua hari belakangan ini, reaksi keras terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat menyikapi penculikan aparat keamanan terhadap para aktivis Islam. Ketua DPP PKB AS Hikam kepada Republika mengaku akan mengadakan rapat dengan FPKB di DPR untuk membahas sekaligus membuat pernyataan resmi sikap partai yang didirikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama (NU) itu terhadap penangkapan aktivis Islam. Hikam juga meminta aparat keamanan untuk segera mengakhiri berbagai bentuk penculikan aktivis Islam yang dinilainya tidak melalui prosedur sehingga tidak menimbulkan stigma baru terhadap umat Islam. “Cara-cara ‘mengambil’ orang dengan tanpa memberitahukan pihak keluarga jelas melanggar HAM dan itu harus segera diakhiri,” kata Hikam Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang DPR, Hamdan Zoelva, mengatakan, kepolisian telah salah menafsirkan masalah penangkapan yang diatur dalam UU Antiterorisme. UU tersebut tidak mengatur teknis penangkapan. Secara rinci, teknis penangkapan dinyatakan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam KUHAP ditegaskan, penyidik harus segera memberi tahu keluarga pihak tertangkap. ”Inilah yang menyebabkan munculnya istilah penculikan. Keluarga yang ditangkap tidak diberi tahu oleh penyidik,” katanya dalam jumpa pers di gedung DPR, Selasa (16/9). Padahal, menurutnya, polisi mengetahui alamat serta keluarga pihak yang ditangkap. Indikasi penculikan, tambahnya, terlihat semakin jelas dengan keputusan polisi untuk memberi tahu keluarga setelah kasusnya diungkap media massa. Reaksi serupa juga disampaikan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Munarman. Dia menilai kapolri telah berbohong. ”Segala prosedur sudah ditabrak. Tangkap dahulu, tuduhan belakangan. Ini jelas kelanjutan dari kasus Abubakar Ba’asyir,” kata Munarman seperti dikutip Republika. Beberapa hari lalu, setelah bertemu Komisi I DPR, Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar membantah terjadinya dengan berbagai berita tentang adanya peculikan terhadap aktivis Islam. Kata Da’i, para aktivis Islam yang hilang itu sebenarnya ditangkap polisi dengan prosedur yang sah dan tercantum dalam UU Antiterorisme Nomor 15 Tahun 2003. Semenjak kasus bom Bali dan JW Marriott, polisi dengan over acting menangkapi aktivis Islam yang diguga terkait dengan peristiwa teror. (ant/rep/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Forum Keuangan Islam Bahas Restrukturisasi Iraq di Istanbul
Tulisan selanjutnya Pilot Korban Investigasi WTC Gugat FBI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU

Berita
5 Agustus 2026 16:00
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal

Terbaru

  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?