Hidayatullah.com– Presiden Iran Masoud Pezeshkian, hari Rabu (6/8/2026), mengatakan bahwa komunikasi dengan pemimpin tertinggi negara itu Mojtaba Khamenei “sangat sulit untuk sekarang ini.”
Khamenei, yang ikut terluka dalam serangan Israel-Amerika Serikat yang memicu perang Timur Tengah pada 28 Februari, belum tampak di muka publik sejak diangkat sebagai pengganti ayahnya Ayatullah Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan yang sama.
“Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, bagaimana pun, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus melanjutkan,” kata Pezeshkian seperti dilansir AFP.
Diketahui Mojtaba Khamenei berkomunikasi melalui pernyataan-pernyataan tertulis, tetapi ketidakhadirannya di muka publik di saat Iran berkonflik besar dengan musuh bebuyutannya menimbulkan spekulasi perihal hubungannya dengan para pemimpin Iran lainnya.Mojtaba Khamenei tidak kelihatan di acara pemakaman mendiang ayahnya bulan lalu.
Meskipun demikian, Pezeshkian membela atasannya itu, menegaskan bahwa dirinya masih bisa mengadakan pertemuan-pertemuan produktif dengan bosnya itu, yang menyambutnya dengan ramah dan bisa berkomunikasi dengan sangat baik.
“Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan sebagian orang jahat untuk menggambarkan beliau secara berbeda dan memberikan citra yang berbeda tentang beliau,” kata Pezeshkian.*




