Hidayatullah.com-– Lima bulan setelah perang AS dengan Iran, warga Amerika yang memperkirakan Timur Tengah akan semakin kacau jumlahnya lebih banyak daripada mereka yang melihat perang tersebut akan membawa lebih banyak stabilitas menurut sebuah survei Reuters/Ipsos terbaru.
Jajak pendapat selama enam hari yang berakhir pada hari Senin (3/8/226) menunjukkan lima puluh persen responden menilai aksi militer AS di Iran akan men-destabilisasi Timur Tengah selama tahun depan, angka itu sekitar tiga kali lipat dari 17 persen yang mengatakan perang justru akan menstabilkan kawasan itu.
Sebanyak 16 persen lainnya mengatakan stabilitas akan tetap kurang lebih sama di tahun depan, dan 17 persen mengatakan mereka tidak yakin atau tidak menjawab pertanyaan tersebut, lapor Reuters Kamis (6/8/2026).
Orang Amerika juga pesimistis tentang harga bahan bakar minyak, yang melonjak akibat penutupan jalur maritim lewat Selat Hormuz. Sekitar 58 persen responden mengatakan mereka memperkirakan harga BBM akan memburuk, sementara hanya 15 persen yang memperkirakan harganya akan membaik.
Trump kembali menjabat pada Januari 2025 dengan janji kampanye akan menghindari “perang-perang bodoh,” sebuah pesan yang dianggap positif bagi para pemilih yang sudah muak dengan dua dekade peperangan yang dilakoni Amerika Serikat di luar negeri menyusul peristiwa 9/11 pada 2001.
Sementara 80 persen pendukung Partai Republik menyetujui kinerja Trump sebagai presiden dan 66 persen mendukung penanganannya terhadap Iran, kurang dari setengahnya – 41 persen – berpikir stabilitas di Timur Tengah akan membaik pada tahun mendatang sebagai hasil dari perang tersebut.
Secara umum, hanya 35 persen orang Amerika menyetujui perang tersebut.
Ketika ditanya partai politik mana yang memiliki pendekatan lebih baik dalam menangani perang dan terorisme, pemilih terdaftar lebih memilih Demokrat daripada Republik – 37 persen berbanding 36 persen – ini pertama kalinya Partai Demokrat unggul sejak jajak pendapat Reuters/Ipsos mulai mengajukan pertanyaan tersebut pada Desember 2024, ketika Partai Republik unggul dengan 39 persen berbanding 28 persen.
Jajak pendapat itu juga menunjukkan bahwa para pemilih kini memandang Partai Demokrat lebih mampu mengelola perekonomian untuk pertama kalinya dalam sekitar satu dekade dibandingkan Republik.
Perang yang dimulai Trump bersama Israel terhadap aIran pada 28 Februari itu telah menelan biaya setidaknya $37,5 miliar uang rakyat Amerika, menewaskan 18 anggota militer AS, dan ribuan warga Iran.
Kekhawatiran tentang Ukraina dan China
Para responden memiliki pandangan suram yang serupa tentang perang Rusia versus Ukraina. Mayoritas khawatir situasinya akan memburuk dalam beberapa tahun ke depan, dan mereka juga khawatir akan kemungkinan munculnya konflik baru di level internasional di tempat lain.
Sekitar 58 persen mengaku khawatir perang Rusia-Ukraina – di mana Washington dan sekutunya di Eropa mendukung Kyiv dengan persenjataan dan intelijen – akan semakin memburuk.
Sebanyak 55 persen lainnya mengatakan mereka khawatir tentang kemungkinan China terlibat konflik dengan Taiwan, sementara 48 persen khawatir terjadi perang Rusia melawan negara Eropa lain di samping Ukraina. Sekitar 37 persen responden khawatir AS akan berperang memperebutkan Greenland.
Survei Reuters/Ipsos tersebut dilakukan secara daring, mengumpulkan tanggapan dari 4.505 orang dewasa di seluruh penjuru AS. Survei ini memiliki margin kesalahan dua persen.*




