Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

HMI Minta Aparat Tak Terpengaruh AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2004 07:40 7:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2004 07:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sikap keras HMI ini berikut setelah ada tanda-tanda tekanan pihak Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara asing yang akan kembali menekan polisi untuk menyeretnya ke penjara. Padahal, seharusnya hukuman Ba’asyir selesai pada 30 April 2004 ini. Sikap keras HMI itu disampaikan berkaitan dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar yang secara tersirat bakal kembali memeriksa Baasyir setelah keluar dari Lapas Salemba. Diduga, rencana ini muncul setelah polisi menerima 125 berkas hasil pemeriksaan Hambali dari AS. Berkas itu, antara lain, menyatakan Baasyir terlibat aksi terorisme internasional. Ini ditambah pernyataan Dubes AS untuk Indonesia Ralph L. Boyce yang mengatakan lebih senang Ba’asyir berada di penjara daripada bebas. Ketua Umum PB HMI Hasanuddin menilai, pemerintah tidak independen jika bersikeras kembali menangkap Baasyir. “Karena itu, kami akan mengerahkan massa kami untuk ikut menjemput Baasyir saat keluar dari penjara akhir bulan depan,” kata Hasanuddin di kantornya kemarin. Dia juga mengajak semua ormas Islam untuk bersama-sama membela Baasyir. Hasanuddin melihat rencana polisi yang akan kembali menangkap Baasyir itu sebagai pesanan pihak asing, terutama AS. “Kami minta Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki sikap independen dan tidak terpengaruh pihak asing yang menginginkan Ustad Ba’asyir dipenjara lagi,” paparnya. Menurut Hasanuddin, sinyal intervensi pihak asing itu sebenarnya sudah terlihat saat pertama polisi menangkap Baasyir. “Ini terbukti ketika segala macam tuduhan terhadap beliau dalam pengadilan tidak dapat dibuktikan secara hukum. Kecuali pelanggaran keimigrasian.” Hasanuddin mencontohkan tuduhan Baasyir bersekongkol akan membunuh Presiden Megawati Soekarnoputri terkait dengan berbagai pengeboman di tanah air dan kasus lain. Tapi, semua itu tidak terbukti. Sekjen PB HMI Fajar Zulkarnaen menambahkan, pembelaan terhadap Baasyir itu tidak berarti pihaknya membela terorisme. Sikap tersebut terkait dengan perlakuan tidak adil terhadap Baasyir. “Sudah seharusnya, sebagai sesama muslim, kami ikut menegakkan keadilan hukum atas kasus yang dialami oleh Ustad Baasyir ini,” papar Fajar. Ditambahkan, rencana pemerintah tersebut juga akan berujung pada munculnya radikalisasi agama. Kondisi ini akan kontraproduktif dengan perkembangan demokrasi yang kini terjadi di Indonesia. Ba’asyir direncanakan akan bebas pada 30 April 2004 ini setelah pihak pengadilan tidak menemukan bukti keterlibatan pada bom Bali 2002 dan rencana pembunuhan terhadap Megawati yang banyak disebut-sebut media Barat terutama AS. Tahun lalu, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini dipaksa aparat keamanan karena dituduh terlibat dengan serangkaian tindakan teror. Meski pengadilan kemudian tak membuktikannya secara hukum. (jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arief Biki Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Kurangi Bunuh Diri, AS Kirim Ahli Kesehatan Ke Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?