Hidayatullah.com–Untuk mengurangi rasio angka bunuh diri para serdadu AS di Iraq, pihak Angkatan darat (AD) AS dan para pakar perlu mendatangkan lebih banyak pakar kesehatan mental di kawan itu.
Namun disebutkan, 12 anggota Tim Penasehat Kesehatan Mental AD-AS yang terdiri dari psikiatri, psikolog, pekerja sosial dan pakar tekanan dalam perang itu, tidak memandang rasio bunuh diri serdadu AS di Iraq sebagai sebuah krisis.
“Hasil penemuan menyebutkan kasus-kasus bunuh diri itu bukan epidemi,” ujar seorang pejabat AD-AS, membahas laporan itu sehari sebelum dirilis secara resmi.
AD-AS telah melaporkan, sedikitnya dua lusin serdadu AS mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di Iraq dan Kuwait. Namun sejak lima serdadu melakukan bunuh diri pada Juli 2003, angka rata-rata bunuh diri serdadu AS menurun menjadi dua kasus per bulannya.
Pada periode 1995-2002, AD-AS melaporkan prosentase angka bunuh diri di mencapai 11,9 per 100.000 serdadu. Angka bunuh diri serdadu AS yang dikirim bertugas di Iraq adalah 17,3 per 100.000 pada tahun 2003. Khusus di AD-AS, prosentase angka bunuh diri dilaporkan 12,8 per 100.000 serdadu pada tahun 2003.
“Statistik AD-AS memang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bagaimanapun, angka itu masih lebih rendah dari angka rata-rata nasional AS pada kelompok umur yang sama, antara 18-30 tahun. Karena itulah, ini masih belum bisa dibilang krisis.”
AS menempatkan sedikitnya 120.000 pasukan di Iraq. Mayoritas pasukan yang ditempatkan berasal dari kesatuan-kesatuan AD-AS.
Tim Penasehat Kesehatan Mental AD-AS merekomendasikan pengiriman lebih banyak pakar kesehatan mental ke Iraq dan Kuwait. Hal itu dimaksudkan untuk memberi bantuan dan mencegah serdadu AS melakukan bunuh diri.
Pada bagian lain, Tim Penasehat Kesehatan Mental AD-AS meminta AD-AS menggunakan ‘persahabatan’ untuk menekankan perlunya saling menjaga antara satu serdadu dengan serdadu lainnya.
Pejabat AD-AS menyatakan, Tim Penasehat Kesehatan Mental AD-AS ditempatkan di Iraq dan Kuwait pada Agustus 2003 dan kembali dari tugasnya pada Oktober 2003 setelah mewawancarai 760 serdadu.
Lebih lanjut dikemukakan, Tim Penasehat Kesehatan Mental AD-AS mengidentifikasi sejumlah penyebab stres, termasuk ketidakpastian berapa lama serdadu AS harus bertugas di Iraq, cuaca panas yang menyengat dan sejumlah persoalan lainnya. (ast)