Hidayatullah.com–“PKS tidak akan menjadi golput pada pelaksanaan Pilpres putaran kedua nanti,” katanya usai menjadi pembicara dalam acara “Pesantren Mahasiswa se-Indonesia,” di Masjid Daarut Tauhid, Bandung, Kamis. Ia mengungkapkan, alasan PKS tak akan menjadi Golput tidak terlepas ingin meminimalisir fakta capres/cawapres yang menghambat agenda reformasi saat ini. Setidaknya, menurut dia, konstituen PKS yang memiliki kartu anggota (KTA) tidak akan menjadi golput dalam pilpres putaran kedua tersebut, sedangkan jumlah pemilih PKS pada pemilu legislatif lalu sebanyak sekitar 8.430.000 orang. Ia juga mengungkapkan bahwa PKS sampai sekarang belum menentukan pilihannya kepada dua capres yang berhasil masuk lolos putaran kedua pada Pilpres September nanti, yakni, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. “PKS sendiri akan menentukan pilihannya itu paling tidak dibatasi sampai minggu kedua bulan Agustus 2004 nanti setelah digelarnya pertemuan Majelis Syuro,” katanya. Tentunya, kata dia, PKS akan memilih capres/cawapres yang konsep pemikirannya sesuai atau sejalan dengan PKS, yakni, menjaga reformasi, menjaga kedaulatan Republik Indonesia (RI), melakukan tindakan tegas terhadap pelaku koruptor atau anti-korupsi serta tidak mengusung militerisme. Bilamana kedua capres/cawapres yang lolos masuk putaran kedua Pilpres 2004 itu sudah mampu memenuhi persyaratan tersebut, katanya, maka setidaknya rakyat akan memilihnya sendiri. “PKS akan lebih memilih sosok yang memiliki komitmen yang sejalan dengaan PKS, seperti, memberantas korupsi, menjaga kedaulatan RI, menjaga nilai-nilai reformasi dan tidak mengusung militerisme,” katanya. Di bagian lain, Hidayat Nurwahid mengakui, kedua capres/cawapres tersebut telah melakukan koordinasi dengan PKS namun syarat yang diberikan adalah sejalan dengan konsep PKS sendiri. “Kita saat ini tengah memperdalam pilihan yang akan diberikan kepada kedua capres/cawapres itu, dan paling pada minggu kedua bulan Agustus 2004 nanti sudah ada keputusannya,” demikian Hidayat Nur Wahid. [Ant/gtr]