Hidayatullah.com–Kepergoknya, kongkow-kongkow, Mantan Ketua Tim Penyidik Kasus Bom Bali Brigjen (Pol) Gories Mere Brigjen Pol Gories Mere bersama terpidana kasus bom Bali, Ali Imron, saat ‘ngopi’ di Starbucks Cafee Plaza X, Jakarta disesalkan kalangan DPR. Djoko Susilo, anggota Komisi I DPR RI, menyebut tindakan Gories itu sangat sembrono. Djoko berjanji akan segera menanyakan pertemuan pejabat tinggi Polri kepada Kapolri dalam dengar pendapat minggu depan. Djoko melihat seolah-olah ada sesuatu yang sangat istimewa atas kejadian itu. “Ali Imron sepertinya mendapat kelonggaran dan perlakuan istimewa,” ujar Djoko kepada wartawan di Jakarta kemarin. Ada dua hal yang dikhawatirkan Djoko terkait perilaku Gories membawa tahanan sekelas Ali Imron di tempat umum. Pertama, menurut Djoko, tindakan jenderal bintang dua polisi itu dapat memicu multitafsir di masyarakat. Misalnya, ada permainan apa antara polisi dan Ali Imron. “Kok begitu istimewanya dia,” ucap Djoko yang berasal dari Partai Amanat Nasional ini. Kedua, lanjut Djoko, tindakan sembrono ini bisa merusak citra Indonesia di luar negeri. Terutama dengan Australia yang warga negaranya menjadi korban terbanyak dalam ledakan bom Bali. “Australia bisa jadi akan memrotes tindakan ini. Seorang terpidana kasus terorisme bisa diajak jalan-jalan, dan bahkan mempunyai hubungan khusus dengan jenderal polisi,” imbuhnya. Djoko berharap institusi kepolisian segera memberikan klarifikasi. “Supaya tidak terjadi salah tafsir,” tegasnya. “Apabila Gories Mere melakukan pelanggaran prosedur atau etika, paling tidak ada penindakan sehingga hal ini tidak terulang,” tambahnya. Seperti diberitakan banyak media massa, wartawan memergoki Ali Imron sedang kongkow bersama Brigjen Pol Gories Mere di sebuah Kafe di Jakarta. Keduanya bersama 8 orang lainnya sedang asyik ngobrol sambil minum dan menyantap makanan di Starbucks, Rabu lalu. Mereka berada di lokasi sejak pukul 15.00. Salah seorang di antara mereka adalah dr. Sarlito yang duduk di sebelah Gories. Satu meja persis di sebelahnya ada 2 polisi berpakaian preman. Gories mengenakan kemeja dan celana hitam. Sedangkan Ali yang terlihat terawat mengenakan kemeja hijau tua kotak-kotak garis kuning, celana bahan abu-abu gelap, sepatu pantopel, dan bertopi biru tua. Ali lebih banyak diam. Dia sesekali tertawa dan ngobrol dengan orang di sebelahnya. Gories Mere, adalah Direktur IV Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri juga Komandan Satuan Tugas Khusus Antiteror, yang kini, bertugas memburu tersangka kasus-kasus terorisme. Mantan Ketua Tim Penyidik Kasus Bom Bali ini dianggap banyak sukses melakukan berbagai penangkapan kasus teroris dan para aktifis Islam. Atas prestasinya itulah, bersama dua jenderal lain, Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar, dan mantan Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, Gories mendapat banyak pujian dari luar negeri. Sebuah penghargaan “Honorary Award in Order of Australia (HAOA)” dari Pemerintah Australia, negeri yang beberapa tahun ini ikut banyak mencampuri urusan politik Indonesia. (jp/cha)Kalangan anggota DPR menyesalkan kepergoknya Brigjen Pol Gories Mere bersama terpidana kasus bom Bali, Ali Imron saat kongkow di Starbucks Cafee, Plaza X, Jakarta