Ahad, 2 Oktober 2005
Hidayatullah.com—Suasana hingar-bingar dan pesta dugem di Pulau Dewata, Bali, beralih menjadi suasana kacau dan ketakutan setelah tiga ledakan bom yang terjadi Sabtu (1/10) sekitar pukul 19.00 WITA kemarin malam. Bom membuat panik pengunjung dan ribuan orang lari menyelamatkan diri.
Sebagaimana biasa, saban Sabtu (malam Minggu), suasa Bali merupakan tempat nyaman warga asing dan warga lokal untuk berdugem ria. Termasuk diantaranya Pantai Jimbaran, Bali yang terkenal dengan restoran open air seafood yang selalu ramai dipadati pengunjung.
Tak diduga, malam itu, pukul 18.50 WIB (19.50 WITA), tiga meledak secara bersamaan menghentikan pesta dugem dan hingar-bingar pengunjung pantai. Dentuman musik dan gelak tawa beralih menjadi jeritan dan kepanikan.
Menurut Kapolda Bali, I Made Mangku Pastika, sebagamana dijelaskan pada beberapa TV swasta, ledakan terjadi di tiga titik lokasi. Ledakan terjadi dua kali di dua cafe di Pantai Jimbaran, yakni, Kafe Nyoman dan Kafe Montega. Sedang ledakan ketiga disebuah Café di Kuta Square, atau tepatnya di dalam Restoran Raja.
Hingga Ahad (2/9) siang ini, korban tewas dikabarkan mencapai 26 orang dan melukai kurang lebih 102 orang.
Selain warga negara Indonesia, sebagian korban jiwa adalah warga Indonesia dan turis yang berasal dari Jepang, Australia, Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Sejauh ini korban tewas maupun luka-luka berada di sejumlah rumah sakit di Denpasar, Bali. Salah satu rumah sakit yang menerima korban meninggal dan luka-luka adalah Rumah Sakit Sanglah.
Seperti yang lalu-lalu juga, para pemimpin dunia langsung mengutuk gelombang serangan bom di Bali II tersebut. Inggris dan Amerika bahkan langsung berjanji untuk membantu aparat Indonesia dalam perang melawan kekerasan oleh apa yang mereka sebut “teroris”.
Sebagaimana bisanya juga, Perdana Menteri Australia, John Howard langsung menuduh pelakunya adalah Jamaah Islamiyah meski tak menyebutkan fakta.
Menariknya, ledakan bom di Jimbaran ini seolah ingin mengulang tragedi yang terjadi hampir tiga tahun silam, 12 Oktober 2002 yang menewaskan 200 jiwa dan ratusan warga asing.
Yang juga tak kalah menarik, bom Bali II, 1 Oktober 2005 ini meledak beberapa hari ketika umat Islam akan menunaikan ibadah syiam Ramadhan yang jatuh pada hari Rabu 5 Oktober 2005 besuk dan di saat warga sibuk soal BBM. (cha, berbagai sumber)