Hidayatullah.com– Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo mengaku, punya alasan tersendiri menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan penghafal al-Qur’an.
Sebabnya, Yoyok mengatakan, ia tidak ingin anaknya sepertinya dirinya. Ia lebih menginginkan sang anak menjadi penghafal (hafidz) al-Qur’an.
“Saya bilang ke anak saya, ‘wahai anakku, kamu tidak usah seperti ayah, kamu hafidz Qur’an saja, ayah dampingi’,” ujarnya di Sofyan Hotel Betawi, Jakarta, beberapa waktu lalu. [Baca juga: Deklarasi Dukungan, Komunitas Ini Ingin Bupati Yoyok Pimpin Jakarta]
Yoyok beranggapan, menjadi pemimpin seperti bupati saja merupakan amanah yang memiliki pertanggungjawaban yang berat.
“Misalnya ada warga saya yang kelaparan, saya yang dituntut. Bukan cuma di dunia tapi juga di akhirat sana,” katanya.
Tetapi, sambung Yoyok, ia akan mengizinkan anaknya untuk jadi pemimpin seperti dirinya jika ilmu dan pengetahuan agamanya sudah mumpuni serta hafal al-Qur’an.
“Saya telat, Mas, telat start. Lebih banyak buku pelajaran, buku militer, buku kuliah yang saya habiskan daripada buku agama dari awal,” ungkapnya. [Baca juga: Bupati Yoyok: Shalat Berjamaah Tingkatkan Disiplin Pegawai]
“Makanya, Mas, anak sampeyan, pondokkan saja,” pungkas Yoyok kepada hadirin pada acara deklarasi dukungan untuk Yoyok maju pada Pilgub DKI 2017 itu.
Yoyok juga bercerita, dirinya pernah berniat untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, hal itu urung dilakukan setelah dinasihati sang ibu.
Waktu itu, terang Yoyok, ibunya mengatakan kalau jabatan (lambang di pundak) itu ringan, yang berat adalah karena ia telah bersumpah atas amanah tersebut. [Baca: Bupati Yoyok Teringat Pesan Ibu, Jabatan itu Ringan yang Berat Sumpahnya]*