Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hendropriyono Minta Pemerintah Larang Pemikiran Sayyid Qutb

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2005 03:04
Bagikan
Bagikan

Senin, 21 November 2004
     

 

    
Hidayatullah.com–Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Abdullah Makhmud Hendropriyono dalam wawancaranya khususnya dengan LKBN ANTARA mengimbau agar pemerintah turun tangan dalam menentukan kurikulum pesantren, termasuk pelarangan pengajaran tentang teori dan pemikiran Sayyid Qutb. Mantan Pangdam Jaya itu juga meminta pihak pemerinta menghentikan kegiatan organisasi-organisasi Islam yang disebutnya ‘radikal’.

 Menurut Hendro, semua organisasi, yang menurutnya radikal, tak hanya Jamaah Islamiyah (JI) juga perlu dilarang. “Saya minta supaya organisasi-organisasi yang radikal dihentikan, bukan hanya Jamaah Islamiyah (JI) tetapi semuanya. Semua organisasi yang serupa JI itu dan semua orang yang terlibat di JI dan dia masuk keorganisasi lain juga dilarang.

Lebih jauh, Hendro meminta pemerintah juga menertibkan kurikulum di semua pondok-pesantren.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

"Jadi pemerintah harus turun tangan dalam masalah penentuan kurikulum, tidak bisa tiap-tiap pesantren bikin kurikulum sendiri-sendiri. Tidak boleh. Nanti mau dibawa kemana hari depan bangsa kita ini kalau tidak ada yang bertanggung jawab," kata Hendro, sebagaimana dikutip di situs Antara.co.id,  Minggu, 20 November 2005.
 
“Di Arab saudi dan negara lain, kurikulum di sekolah agama atau madrasah, termasuk di Pakistan di ganti. Terus terang saja, itu semua pelajaran termasuk teori dan pemikiran Said Qutub tidak diijinkan lagi.

Jadi pemerintah harus turun tangan dalam masalah penentuan kurikulum, tidak bisa tiap-tiap pesantren terus bikin kurikulum sendiri-sendiri. Tidak boleh, nanti mau dibawa kemana hari depan bangsa kita ini kalau tidak ada yang bertanggung jawab.”

Abdullah Mahmud Hendropriyono lahir di Yogyakarta 7 Mei 1945, selama karir militernya, sebagian besar dihabiskan di bidang intelejen. Dia pernah menjadi Asisten Intelejen Pangdam Jaya pada 1985 dan kemudian pada 1990 menjadi Direktur Badan Intelejen Strategis (BAIS).

Lulusan Akademi Militer pada 1967 ini beberapa saat yang lalu disebut-sebut media Amerika Serikat (AS) telah banyak dibantu agen CIA dalam melaksakan proyek anti-teror di Indonesia.

Seorang pejabat CIA menyebut Hendropriyono sebagai "a breath of fresh air (angin segar). "Dia orang yang serius dan sangat dinamis, tetapi kontroversial," kata salah seorang pejabat CIA. Makulum, menurutnya, tidak seperti kepala BIN sebelumnya. Hendropriyono bersedia bekerja sama dengan AS dalam bidang apa pun.

Sebelum pernyataan Hendro ini, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam sebuah wawancara dengan majalah Gatra,  juga memita pihak intelijen meneliti buku-buku karya Sayyid Qutb dan Hassan Al-Banna. (ant/ich/cha).

Lebih jauh hubungan CIA dengan Hendropriyono ini bisa diklik di http://www.informationclearinghouse.info/article11059.htm
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Tawanan Guantanamo Bertemu di Inggris
Tulisan selanjutnya Dugaan Konspirasi Hendropriyono dengan CIA di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Berita
21 Juli 2026 18:32
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?