Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

YLKI: 70 Persen Pengguna Rokok Orang Miskin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2010 16:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–SEMUA pihak harus kompak, baik wakil rakyat, pengusaha, pemerintah, dan petani; mendudukkan secara proporsional aturan pengendalian produk tembakau yang selama ini masih dalam pembahasan DPR RI. Sekaligus menyikapi fatwa haram rokok yang direkomendasikan PP Muhammadiyah.

Sebab, sektor rokok menyumbang sekitar 2,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp6.000 triliun atau jumlahnya sekitar Rp130 triliun lebih. Sedangkan impor tembakau kering menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) masih tinggi mencapai 98.000 juta dolar AS.

Sekitar dua juta petani di Indonesia, kehidupannya sangat bergantung sektor ini karena mengalihkan lahan pertanian yang semula ditanami tembakau dan diganti dengan tanaman lain membutuhkan waktu.

Hanya saja yang sangat mengkhawatirkan, masyarakat miskin justru menjadi konsumen rokok terbesar, yakni mencapai 70 persen dari jumlah perokok.

Industri rokok telah menyedot uang dari masyarakat miskin. Sebanyak 70 persen pengguna produk tembakau orang miskin, kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meski demikian, pengendalian produk tembakau perlu dikaji secara mendalam. Alasannya, untuk mengalihkan jenis pertanian tidak mudah, dan di musim kemarau cuma tembakau yang hidup, tapi sebelum terbit peraturan pemerintah harus mendengarkan semua aspek. Termasuk bagaimana efeknya terhadap pasar pupuk.

Menurut hasil temuan World Lung Fondation dan American Cancer Society, tembakau ternyata bisa menewaskan 1 miliar orang pada abad ini, jika kecenderungan sekarang berlangsung terus. Pemakaian tembakau menelan biaya global 500 miliar dolar AS per tahun.

Penelitian ini juga menemukan sebanyak 100 juta orang tewas akibat tembakau pada abad 20. Ini artinya, tembakau bertanggung jawab atas satu dari 10 kematian di seluruh dunia. Perokok meninggal rata-rata 15 tahun lebih dini ketimbang orang yang tidak merokok.

Tahun 2010 penggunaan tembakau akan menewaskan 6juta orang akibat kanker, jantung, bengkak pada paru-paru karena pembuluh darah kemasukan udara dan penyakit lain.

Naikkan cukai

Lembaga Demografi Universitas Indonesia dan sejumlah organisasi masyarakat meminta pemerintah menaikkan cukai rokok semaksimal mungkin untuk melindungi masyarakat Indonesia, terutama generasi yang akan datang dari bahaya merokok.

Tiap kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen hanya menaikkan harga rokok di pasar sebesar 1 hingga 2 persen saja. Itu pun tak berarti bagi masyarakat, karena masyarakat masih tetap tinggi keinginannya untuk mengonsumsi rokok, kata Peneliti LD UI Abdillah Ahsan.

Cukai rokok, di Indonesia rata-rata sebesar 37 persen. Angka tersebut didapat setelah Februari lalu pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 7 persen. Namun, angka itu tidak berdampak pada kenaikan harga rokok di Indonesia.

Untuk menekan angka konsumsi rokok sebesar 250 miliar batang per tahun, LD UI dan ormas lainnya meminta pemerintah segera menaikkan cukai rokok hingga batas tertinggi yang diperkenankan undang-undang.

Sedangkan Komisi XI DPR RI meminta pemerintah meninjau ulang, karena antarkementerian berbeda pendapat soal rokok dan tembakau.

Selama ini, sejumlah kementerian yang berkepentingan terhadap industri rokok dan tembakau belum sinkron, kata Anggota Komisi XI DPR RI, Nusron Wahid, usai melakukan kunjungan kerja bersama rombongan di PT Djarum Kudus, pekan lalu.

Empat kementerian yang ada, yakni Kementerian Pertanian, Perindustrian, Badan Kebijakan Fiskal pada Kementerian Keuangan, dan Kementerian Kesehatan belum memiliki pendapat yang sama.

Kementerian Pertanian, memasukkan komoditi tembakau sebagai komoditi unggulan, tetapi Kementerian Industri menganggap industri rokok, tembakau, dan bahan makan merupakan salah satu dari 10 industri unggulan.

Kementerian Kesehatan dengan Badan Kebijakan Fiskal menyatakan industri rokok dan tembakau harus sunset industry, karena memiliki ekstradisi terbesar terhadap lingkungan.

Pemerintah harus tegas dalam memilih petani, industri rokok dan buruh, kesehatan atau kebijakan fiskal, pintanya. [pel/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migraterokoktembakau
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yordania Kutuk Peresmian Sinagog dekat Al Aqsa
Tulisan selanjutnya Din Sayangkan Komentar Menag Tentang Fatwa Haram Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?