Hidayatullah.com–Belum lama menghadapi kasus Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang mendirikan gereja secara liar dan aksi-aksi provokasi, umat Islam Bekasi kembali resah dengan rencana pembangunan gereja terbesar se-Asia di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. Rencanya, umat Islam Bekasi akan menggelar aksi penolakan pada Selasa pagi (28/9) di Pemda Kabupaten Bekasi.
Menurut Adang Permana selaku Koordinator aksi Kesatuan Aksi Muslim Bekasi, masyarakat muslim Bekasi menolak keberadaan Gereja Paroki Ibu Theresia tersebut karena diyakini hendak dijadikan pusat kristenisasi.
“Gereja ini akan menjadi pusat pemurtadan, dan ini jelas menggangu akidah masyarakat Bekasi yang mayoritas Muslim,” kata Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Bekasi ini.
“Selain menolak pembangunan Gereja Paroki, kita juga menuntut pembubaran gereja-gereja liar lainnya di kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Menurutnya kembali, penolakan ini juga didasari oleh tinjauan-tinjauan sejarah dan karakter masyarakat Bekasi yang berakar kuat dari Islam.
“Secara historis, sosiologis, dan demografis, Bekasi tidak bisa dipisahkan oleh Islam, di mana sosok KH.Noer Ali turut berperan dalam pembangunannya, maka dari itu kami menolak gereja tersebut,” kata Adang kepada Hidayatullah.com, Senin siang (27/9) di Jakarta.
Aksi ini direncanakan akan menghimpun 10.000 umat Islam dari berbagai ormas Islam, pesantren, dan DKM-DKM Masjid di Bekasi. Pihak panitia sudah mencatat kebersediaan umat yang akan hadir sebanyak 7000 orang sejak malam Senin kemarin (26/9) dan masih terus bertambah hingga senin siang. [bil/hidayatullah.com]