Hidayatullah.com–Jaringan masjid agung atau masjid terbesar di Indonesia sangat banyak—Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebutkan saat ini jaringannya yang terdiri dari masjid besar ada 300 yang tersebar di berbagai daerah. Dari 300 tersebut sudah pasti setiap harinya banyak orang memanfaatkan masjid tersebut untuk ibadah dan kegiatan lainnya.
Jika saja bank syariah bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan mendirikan kantor layanan atau mendirikan ATM bank syariah di masjid besar tersebut, sangat mudah bank syariah menjaring nasabah. Sayang, kata Sekjen DMI, Natsir Zubaidi, hal itu jarang dimanfaatkan oleh bank syariah sehingga di mata umat masih banyak belum merasakan layanan bank syariah.
Market share perbankan syariah hingga kini masih kecil, dibandingkan dengan bank konvensional, di bawah 3 persen. Padahal potensi umat Islam di Indonesia sangat besar untuk memilih bank syariah sebagai alat transaksi perbankan. Sekjen DMI merasa faktor sosialisasi yang menjadi kendala dari perbankan syariah saat ini.
Untuk bank syariah masuk di masjid, kata Natsir, masih sedikit. Ia melihat di Jakarta hanya masjid Al-Azhar di Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sementara masjid-masjid besar seperti Istiqlal, At-Tin, Sunda Kelapa, Jakarta Islamic Center (JIC), Al-Qadafi – Bogor, sangat langka ditemukan bank syariah.
“Nah di sinilah pentingnya bank syariah proaktif dalam mensosialisasikan dirinya,” paparnya.
Apakah alasan para jamaah masjid itu tak memiliki uang, sehingga bank syariah enggan masuk ke masjid? Tanya Sekjen DMI. Sebenarnya, menurut pandangan Natsir, sangat salah jika orang yang ke masjid tak memiliki uang. Maka dari itu ia berharap bank syariah juga mendekati mereka dan bukan menjauhi mereka.
Sementara Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah se-Indonesia (Asbisindo) Ahmad Riawan Amin sangat setuju dengan gagasan tersebut. Ia mengatakan semenjak memimpin Bank Muamalat selalu mengintegrasikan antara bank syariah dan masjid. Sebelum ia meninggalkan Bank Muamalat, banyak berdiri mushola di samping kantor cabang bank Muamalat.
Alasannya, tutur Riawan Amin, agar selain nasabah bertransaksi di bank Muamalat juga nasabah mendoakan bank Muamalat. “Semoga selalu diberkahi oleh Allah SWT,” jelasnya.[pkes/hidayatullah.com]