Hidayatullah.com -– Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Dr. Nafsiah Mboi, mengatakan lembaganya sering dibiayai asing untuk dapat menjalankan agenda dan programnya.
“Karena kita mau cepat,” katanya memberikan alasan saat konfrensi pers di selepas acara launching buku MDGs Sebentar Lagi di Jakarta, Senin (31/1).
Dikatakan Nafsiah, pencapaian tujuan Milineum Development Goals (MDG) khususnbya goal 6 adalah prioritas dan menjadi perhatian serius KPAN.
Di tahun 2011 ini sendiri, kata dia, ditargetkan untuk mencapai target inpres 3/2010 tersebut yaitu menghentikan infeksi baru HIV dan mengurangi laju epidemi AIDS.
“Untuk segera menanggulangi masalah itu, ya, kami mencari dana keluar negeri,” katanya.
Selain itu, jelas dia, jika mengharapkan pemerintah untuk dapat membiayai penuh mencapai target Milineum Development Goals, nihil kemungkinannya.
“Kita tahu sendirilah kondisi pemerintah sekarang,” ungkapnya.
Melalui Peraturan Presiden No 75 Tahun 2006 tentang peran dan fungsi Komisi Penanggulan AIDS Nasional, telah mulai diintensifikasi penanggulan HIV dan AIDS di Indonesia.
Dengan dikeluarkannya Rencana Aksi Nasional (RAN) 2007-2010 yang kemudian dilanjutkan dengan Stategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) 2010-2014, lanjut Nafsiah, KPAN telah berupaya mencapai MDGs khususnya goal 6 dalam mengurangi infeksi baru HIV dan upaya pencapaian universal akses di tahun 2015.
Nafsiah mengatakan, pihaknya mengakui untuk mengurangi jumlah inveksi bari HIV dan pencapaian target tersebut bukanlah pekerjaan mudah.
“Cara untuk mengurangi jumlah penderita, maka dianjurkan menggunakan kondom perempuan. Perempuan punya hak untuk pakai kondom sebelum berhubungan,” seru aktifis yang getol mengangkat isu gender ini. *