Hidayatullah.com —Rencana kegiatan perayaan kemerdekaan Israel ke-63 di Indonesia yang digagas Samuel Dahana alias Unggun Dahana yang mengaku sebagai Jemaah Gereja Kristen Jawa di Bandung, mendapat tanggapan singkat dari Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Dr. Andreas Yewangoe.
“Yang seperti itu tidak perlu diberitakan, tidak penting. Kalau semua mau ditanggapi makin kacau negara ini,” kata Pendeta Andreas dihubungi Hidayatullah.com, Jum’at (13/5).
Ditanya pendapatnya tentang rencana perayaan yang digagas pencinta Israel itu, Andreas enggan berkomentar banyak.
“Saya baru dengar itu,” katanya singkat.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara khusus dengan Hidayatullah.com bulan Desember tahun lalu, Andreas tak menampik jika di dalam Kristen memang ada kelompok yang fanatik dengan gerakan Israel.
Kata Andreas, seperti juga di dalam Islam, tidak semua orang satu pandangan. Dalam Kristen juga demikian. Karena itu di dalam kekristenan pun ada Zionisme Kristen, yang mendukung mati matian eksistensi Israel.
“Pengaruh kelompok ini juga tidak kecil. Di sinilah selalu, menurut kami, kita harus melihat segala sesuatu secara jernih. Agar jangan ada campur aduk segala macam,” jelas dia.
Sebagaimana diketahui, seseorang bernama Samuel Dahana alias Unggun Dahana, sedang menggiatkan kampanye kegiatan perayaan kemerdekaan Israel ke-63 di Indonesia di Jakarta pada hari Sabtu (14/5) esok.
Namun rencananya ini mendapat reaksi keras dari banyak kalangan.*