Hidayatullah.com — Umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Penyelamatan & Pembangunan Masjid (GP2M) Sumatera Utara dengan tegas menyatakan akan tetap mempertahankan Masjid Al Ikhlas beralamat di Jalan Timor Nomor 23 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Sumatera Utara, meskipun secara fisik telah dihancurkan.
Hal itui ditegaskan GP2M kepada wartawan dalam acara konferensi pers di Kantor MUI Sumut, Jl Sutomo Ujung Medan, Kamis, (12/5).
GP2M sendiri merupakan presidium dari 17 Ormas Islam diantaranya FUI, KAHMI, BKPRMI, ICMI, JBMI, HMI, PEMA USU,IBNU SABIL, PMII, Gerakan anti Pemurtadan Kota Medan, Forum Peduli Kota Medan, dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Medan. GP2M didekalarasikan pada tanggal 11 Mei 2011 di Masjid Al Jihad Medan.
Selain itu, salah seorang Presidium GP2M Sumut, Syahbana, mengaku sangat menyayangkan terkait adanya pernyataan dari kalangan yang disebut ulama dan ustadz yang justru menuding bahwa perjuangan mempertahankan Masjid Al Ikhlas adalah hal yang salah. Syahbana menyesalkan hal itu yang terkesan hanya memandang masjid dari segi fisiknya saja.
“Kasus ini merupakan pelecehan terhadap Islam dan NKRI. Kebebasan Umat beragama sudah diinjak-injak. Selain itu asset negara juga dengan seenaknya diperjualbelikan” kata Syahbana sebagaimana rilis yang diterima Hidayatullah.com dari FUI Medan baru baru ini.
Syahbana menambahkan, GP2M bersama ormas-ormas Islam yang selama ini telah berjuang mempertahankan Masjid Al Ikhlas serta Masyarakat secara umum akan tetap melaksanakan Sholat Jum’at di Jalan Timor hari ini, tepatnya di depan reruntuhan masjid tersebut sampai Masjid dibangun dan dapat dipergunakan kembali.
Salah seorang pengurus KAHMI ini juga menghimbau kepada ummat Islam di kota medan agar beramai-ramai Sholat Jum’at di lokasi tersebut.
Pengurus Pemuda Muslimin Kota Medan (PMM) Muslim Kamal, menghimbau agar pihak-pihak yang terkait dalam sengketa ini, dapat dengan bijak menyelesaikan kasus melalui prosedur hukum yang ada.
“Jangan ada aksi-aksi liar intimidasi bergaya militeristik yang dilakukan,” pinta Kamal.
Hal itu diutarakan Kamal terkait sudah adanya aksi intimidasi yang dialami oleh para pembela Masjid Al Ikhlas. Dia mencontohnkan, berulang kali ada panggilan dari aparat bergaya intimidasi terhadap anggota pembela. Lalu ada pula indikasi sabotase ketika GP2M mengisi talkshow di salah satu radio swasta. Yang paling anyar adalah mobil salah seorang presidium GP2M dipecah saat mengisi talkshow terkait Masjid Al Ikhlas.
Sementara data-data dan berkas perjuangan Masjid Al Ikhlas raib, padahal di tempat yang sama terdapat uang, laptop dan barang berharga lainnya.
“Ini kan Aneh,” katanya.
Sementara itu Ketua MUI Sumut Bidang Hukum, HAM dan Advokasi, Drs H Asro SH Mag, menyambut baik terbentuknya GP2M Sumut, yang merupakan gabungan dari banyak Ormas Islam untuk memperjuangkan masjid yang mengalami diskriminasi di Sumut.*
Foto: GP2M dalam salah satu rapatnya