Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din: Koeksistensi Damai Suatu Keniscayaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2011 10:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.Din Syamsuddin menegaskan bahwa koeksistensi damai adalah keniscayaan bagi masyarakat dunia yang multikultural dan multireligius. Tanpa itu dunia akan dipenuhi konflik.

Demikian pernyataan tertulis Din Syamsuddin kepada hidayatullah.com saat menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu.

Konferensi yang diprakarsai Komunitas Saint Egidio, organisasi kaum awam Katholik, ini dihadri 500 tokoh lintas agama dari berbagai negara dengan tema Bound To Live Together. Din Syamsuddin menjadi salah seorang pembicara bersama Menlu Italia Franco Frattini, dan Sekjen CDU (Christian Democratic Union) Jerman Herman Grohe.

Din Syamsuddin menjelaskan bahwa peradaban dunia menghadapi tantangan serius dengan menggejalanya berbagai bentuk kerusakan akumulatif seperti kemiskinan, kebodohan, ketakadilan, hingga kerusakan lingkungan hidup, dan tsunami kebudayaan. Maka diperlukan langkah bersama umat beragam dunia untuk menanggulanginya.

“Dalam masyarakat plural dituntut kesediaan hidup berdampingan secara damai. Islam mengajarkan taaruf yaitu mutual understanding, mutual appreciation, dan mutual respect,” kata Din.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Memang ada faktor-faktor non agama yang mendorong konflik seperti ekonomi, politik. Namun konflik, intoleransi, dan eksklusifisme juga berpangkal pada pemahaman agama yang salah.

Maka dari itu, lanjut Din, perlu dikembangkan pemahaman yang benar yang menekankan kasih sayang dan kesadaran tentang One humanity, One destiny dan One responsibility.

Din Syamsuddin mengimbuhkan bahwa Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai nilai-nilai perekat Indonesia  yang majemuk yang dapat jadi model bagi koeksistensi damai di dunia.

Din Syamsuddin menegaskan dasar koeksistensi yang lain yaitu penghargaan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai universal, dan kesadaran sebagai pewaris planet bumi, yang kesemuanya harus mendorong sikap-sikap positif dan konstruktif untuk membangun dunia dan peradaban yang baik.

Pada kesempatan di Munich ini, Din Syamsuddin termasuk satu dari 15 tokoh agama dunia yang diterima beraudiensi oleh Presiden Jerman Christian Wulff. Sebagai Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) dan Wakil Presiden World Conference of Religions for Peace (WCRP). Din Syamsuddin  juga diundang oleh World Jewish Congress untuk berdialog di Sinagog Agung Munich.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 16 Wanita Asal Asia di Dubai Memeluk Islam
Tulisan selanjutnya Mempersiapkan Diri Bila Suami “Pergi” (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Berita
27 September 2026 09:26
LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Terbaru

  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?