Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gara-Gara Nama Batal ke Amerika, Padahal Robotnya Juara

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 22 Mei 2012 08:23
Bagikan
Muhammad Yazid al Qahar
Bagikan

Hidayatullah.com —Robotnya menjadi juara dalam sebuah kontes robot cerdas di Amerika beberapa waktu lalu. Namun siapa sangka yang membuatnya justru tertahan di Indonesia. Namanya Muhammad Yazid al Qahar,mahasiswa jurusan Tehnik Informatika tingkat 2 pada Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung ini harus memendam kecewa.Alasannya meski robot buatannya keluar sebagai juara namun nyatanya ia sendiri tidak bisa menyertainya serta menerima piala.

Pasalnya baik visa maupun paspornya tidak juga dikeluarkan pihak Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Meski Yazid demikian ia akrab di panggil, telah mengajukan pembuatan visa maupun paspor sejak awal Januari 2012 lalu. Namun nyatanya hingga menjelang keberanggkatannya Mei 2012 visanya tidak kunjung keluar. Padahal milik rekan satu timnya hanya cukup satu hari langsung keluar.

“Waktu itu petugas memanggil dan menjelaskan bahwa visa saya belum bisa keluar karena masih perlu  data tambahan.Sayap un menerima saja,toh katanya maksimalnya hanya dua bulan saja,masih ada waktu,”kenang Yazid kepada hidayatullah.com saat ditemui di kampusnya,Senin (21/5/2012).

Namun hingga batas keberangkatannya ke Amerika untuk mengikuti kontes robot cerdas internasional bareng rekan-rekannya,pihak kedutaan tidak kunjung mengeluarkan visa tersebut.Ia hanya pasrah ketika rekan-rekan satu timnya mulai meninggalkannya.Beberapa pihak termasuk rekan-rekannya menduga tidak keluarnya visa Yazid berkenaan dengan namanya.Bisa jadi ya,mengingat Amerika hingga kini masih phobia jika berkaitan dengan Islam,meski hanya sekedar nama saja.

“Resminya saya ga tahu,kenapa hingga sekrang visa saya tidak keluar?. Karena hingga sekarang tidak ada penjelasan.Juga belum pernah di mintai keterangan untuk tambahan data. Saya ga ngerti,ya mungkin juga karena nama saya,”jelas Yazid sambil tersenyum.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dugaan tersebut bisa benar dan beralasan, mengingat robot buatan Yazid yang diberi nama DU 116 SGR V12 yang keluar sebagai juara tersebut mempunyai kelebihan dan spesifikasi . Yazid menjelaskan robot tersebut mempunyai kemampuan sebagai anti rudal, bisa mendeteksi sesuatu benda asing dan berbahaya hingga bisa di gunakan sebagai penembak jitu. Namun pemuda 19 tahun asal Dumai, Riau tersebut menolak jika robot buatannya untuk hal-hal negatif.

Menurutnya suatu benda termasuk robot cerdasnya, tergantung penggunaannya. Sesuatu yang bermanfaat bisa juga digunakan untuk kejahatan jika penggunanya menginginkannya.Namun dirinya berharap karyanya bisa memberi kemanfaatanya yang lebih besar.

Yazid pun tidak menyesal akan nama pemberian orang tuanya tersebut. Ia juga sependapat jika nama adalah doa bagi pemiliknya. Setidaknya itu ia rasakan sendiri sejak kecil hingga meraih prestasi internasional seperti sekarang ini.

“Saya sendiri banyak mendapat inspirasi usai shalat atau membaca Al Qur’an.Misalnya saya sering menemukan rumus algoritma yang rumit untuk robot saya tersebut,”ungkapnya.

Dirinya juga tidak takut atau kawatir jika namanya sampai dikaitkan dengan aktivitas teroris. Iapun yakin masa depannya termasuk peluangnya dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sampai terganggu. Baginya menjadi seorang muslim harus bangga dengan kemuslimannya termasuk aktivitasnya yang bermanfaat.

“Tidaklah kalau sampai harus mengubah nama hanya karena agar bisa ke Amerika.Saya juga tidak yakin kalau nama saja membawa resiko,”pungkas Yazid dengan tawa.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bagi Kaum Feminis, Ilmu Pengetahuan Seolah Berjenis Kelamin
Tulisan selanjutnya Misi “Terselubung” Dibalik Fenomena K-Lovers?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?