Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Meski Belum Sempurna ,Bank Syariah harus Didukung

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 30 Mei 2012 19:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Industri keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, tumbuh sangat pesat. Rata-rata pertumbuhannya berkisar 40 -50 persen pertahunnya. Meski demikian, sebagai industri baru, perbankan syari’ah masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya insani (SDI), penetrasi pasar yang masih terbatas, kesulitan menggaet nasabah baru hingga persoalan layanan kepuasan nasabah.

Demikian salah satu pendapat yang dikemukan oleh Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syari’ah Bank Indonesia, Edy Setiadi, saat diskusi ”Berbincang Ekonomi Syariah: Problem, Tantangan dan Strategi Perbankan Syariah”, yang diselenggarakan Harian Republika, di Bandung, Rabu (30/5/2012).

Edy menambahkan masih banyaknya problem dalam perbankan syari’ah harusnya bukan dijadikan hambatan untuk berkembang.

“Itu adalah tantangan, namun perlu  diingat masih ada peluang yang harusnya bisa dijadikan modal perbankan syariah untuk tumbuh dan berkembang,” imbuh Edy.

Ia menambahkan tantangan di sumber daya insani (SDI) dalam perbankan syariah masih mendominasi hingga saat ini. Salah satunya adalah masih minimnya perbankan syariah merekrut lulusan dari perguruan tinggi yang berbasis Syariah, seperti Fakultas Syariah namun justru mengambil dari praktisi perbankan yang sudah jadi meski dari bank konvensional, dengan alasan lebih berpengalaman.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk itu dirinnya berharap ke depan agar perbankan syariah memberi kesempatan yang luas kepada lulusan–lulusan pendidikan berbasis syariah meski belum banyak pengalaman, sehingga hal tersebut juga dimaksudkan sebagai bentuk kaderisasi.

Namun demikian dirinya melihat perbankan syariah di Indonesia masih mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang. Ia melihat fenomena dan antusias masyarakat yang tertarik untuk menjadi nasabah bank syariah meski nasabah tersebut bukan seorang Muslim.
Bank Asing

Selain itu Edy melihat penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim menjadi pangsa pasar tersendiri bagi kemajuan perbankan syariah di Indonesia.Ia sendiri berharap potensi tersebut tidak malah menjadi lahan garapan bank syariah asing.

Hal tersebut juga diakui Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbissindo), A. Riawan Amin yang turut menjadi pembicara. Menurut Wawan, demikian ia akrab dipanggil, salah satu tantangan  bank syariah adalah hingga kini masih sering terjadi perdebatan soal dalil tentang status bank. Padahal, sambungnya, MUI telah mengharamkan bunga bank konvensional, sehingga seharusnya masyarakat berbondong-bondong ke bank syariah yang jelas tidak ada riba.

Untuk itu dirinya berharap agar umat Islam bersama-sama praktisi perbankan syariah bisa sinergi dalam memajukan salah satu industri keuangan syariah tersebut.

Hal tersebut sangat penting mengingat perbankan syariah tidak mungkin tumbuh kembang tanpa dukungan dari diri umat Islam itu sendiri.

Namun demikian dirinya tidak setuju jika perkembangan perbankan syariah diminta harus booming.Menurutnya akan lebih bagus jika lambat namun tumbuh dan berkembang jika booming namun hanya sesaat.

“Untuk merubah paradigma yang sudah ratusan tahun ada (bank konvensional) menjadi seratus persen syariah tidaklah mudah, semua melalui proses. Kita tidak ingin perbankan syariah langsung maju pesat namun cepat pula ditinggalkan nasabahnya.Kalau semua sudah paham dan menyadari penting perbankan syariah dalam transaksi ekonomi,insya Allah tanpa kita suruh mereka (masyarakat) akan dengan sendirinya beralih ke sistem syariah,” ujar Wawan yang juga menjadi Dirut Bank Jabar Banten Syariah (BJBS).

Wawan menambahkan bahwa menghilangkan atau memperkecil sesuatu yang madlarat adalah lebih penting daripada sekedar mengambil yang manfaat.Sehingga harapannya mensyariahkan sistem perbankan konvensional dalam transaksi yang syariah lebih utama dari sekedar memajukan bank syariah.

“Kita juga jangan terus menerus menghantam bank syariah dengan berbagai mitos, sementara umat Islam malah membiarkan bank konvensional tumbuh kembang. Meski belum menjadi nasabah bank syariah ya minimal ikut mengkampanyekanlah,jangan malah menjelekan,” harapnya.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Kini Juga Menggaji Rabi Non-Orthodoks
Tulisan selanjutnya Peletakan Batu Pertama Hidayatullah Mart Batam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?