Hidayatullah.com–Sejumlah hadirin tak kuasa menahan tangis, karena sangat sedih melihat kondisi saudaranya diperlakukan secara tak manusiasi di Myanmar. Peristiwa ini terjadi setelah panitia acara menampilkan tiga video dokumenter terkait kondisi nyata yang terjadi terhadap etnis Muslim Myanmar.
Peristiwa ini terjadi ketika Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) mengadakan doa bersama untuk Muslim Rohingya hari Senin, (30/07/2012) kemarin. Acara ini dirangkai buka bersama dan dengan pembagian paket Ramadhan kepada 80 keluarga miskin yang ada di desa Beurawe dan sekitarnya.
Acara dilanjutkan dengan tausiah menggugah yang disampaikan oleh Tgk. H. Ahmad Rizal, Lc. Dalam tausiyahnya, beliau mebgutip sebuah hadits yang bunyinya mengatakan.
“Rasulullah Shallalu ‘alaihi Wassalam. bersabda, Barangsiapa yang tidak peduli terhadap kondisi umat Islam, maka ia tidak termasuk dari golongan ummat Muhammad.’ Maka, telah menjadi kewajian setiap kita untuk menolong saudara kita yang menderita di Rohingya, dengan segala sarana dan cara.”
Setelah itu semua peserta melakukan doa bersama untuk Muslim Rohingya. Usai doa bersama, IKAT Aceh membagikan paket Ramadhan dari hasil sumbangan keluarga besar IKAT dan para dermawan untuk puluhan keluarga masyarakat pra sejahtera, dan dilanjutkan dengan buka bersama.
”Untuk aksi selanjutnya, IKAT Aceh insyaAllah akan kembali menggelar doa bersama untuk Muslim Rohingnya dan penyerahan paket Ramadhan tahap ke dua di Masjid Babul Najah, Desa Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh pada tanggal 7 Agustus mendatang. Selanjutnya IKAT juga akan melakukan aksi penggalangan dana, dan menyeru kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh maupun Mejelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa agar sebagian harta zakat rakyat Indonesia bisa disumbangkan untuk Muslim Rohingya, serta menyeru segenap masyarakat untuk menyumbang dana dan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan muslim Rohingya,”ujar Ketua IKAT Aceh, M.Fadhil Rahmi.
Berkaitan dengan kegiatan doa bersama dan penggalangan dana untuk Muslim Myanmar, M. Fadhil Rahmi yang didampingi didampingi Munawar Liza Zain, Dewan Penasehat IKAT Aceh menghimbau agar pemerintah lebih cepat merespon kejadian di wilayah Asean ini.
“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan kita sebagai sesama muslim. Dengan doa ini kita juga ingin menggunggah segenap lapisan masyarakat terutama para pemangku kebijakan baik tingkat lokal maupun nasional untuk bergerak terhadap problematika umat Islam di Myanmar.”
“Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM juga ketua ASEAN harus proaktif memberi teguran keras kepada Myanmar dan mendesak negara itu menghormati HAM. Doa adalah silahul mukmin (senjata orang mukmin). Bertepatan dengan bulan Ramadhan, mari kita bersama-sama senantiasa melantunkan doa kepada saudara-saudara kita muslim Myanmar, semoga mereka diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi segala cobaan, ” ujarnya.*/disfo ikat