Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dai Pedalaman Butuh Alat Peraga Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 September 2012 09:18
Bagikan
Dakwah di pedalaman butuh alat peraga dakwah
Bagikan

Hidayatullah.com–IMAM Akbar tidak pernah bermimpi jika suatu saat dia akan datang ke pulau Nias, apalagi menjadi juru dakwah yang pasti merupakan beban berat. Namun takdir membuatnya menjadi seorang ustad dan da’I yang akan tugas di kepulauan Nias, pulau yang penduduk Muslim nya tidak sampai 10% dari total jumlah penduduk.

Awalnya, tahun 2005, kepulauan Nias di hantam gempa yang merusakan sebagian besar bangunan yang ada. Setahun kemudian, Imam Akbar berangkat ke Nias, tepatnya setelah lulus dari Ma’had Al Imarat Bandung (tahun 2006). Ia langsung dapat tugas dari AMCF ke Pulau Nias. Saat itu, misinya adalah rehabilitas moral dan berdakwah agar masyarakat Muslim nias dapat memahami Islam secara utuh.

Perjalanan ke Pulau Nias kala itu menggunakan kapal ASDP dengan perjalan 12 Jam lamanya. Yang ada di bayangan Imam Akbar, Pulau Nias masih tertinggal dari tempat-tempat lainnya masih primitif. Nanum begitu turun di pelabuhan Gunungsitoli, Imam kaget, ternyata masyarakatnya sudah maju.

“Ternyata sudah pakai baju semua, hehe.”

Begitu sampai di Nias, Imam langsung dibawah ke desa Sifahandro (sekarang sudah masuk Kabupaten Nias Utara). Saat itu Imam masih lajang. Perjalanan ke Sifahandro dari pelabuhan Gunungsitoli kurang lebih 2 jam ditempuh melalui jalur darat. Jalannya rusak dan berbatuan bahkan ada sebagian jembatannya saat itu yang menggunakan batang kelapa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ada kejadian aneh sewaktu di Sifahandro. Saat itu Imam sampai di Sifahandro waktu puasa Ramadhan. Saat itu anak-anak Muslim Nias menyalahkan lilin. Menurut pengakuan anak-anak, lilin yang dihidupkan untuk menyambut Malaikat Jibril yang dibuat dari cahaya. Saat itu,  Imam menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini tidak ada contohnya. Esok harinya, Imam didatangi oleh seluruh warga Muslim Desa Sifahandro untuk meminta klarifikasi ucapan Imam.

Alhamdulillah Imam bisa menyampaikan dengan tenang dan arif, sehingga masyarakat bisa memahami dan tidak mau lagi melakukan menyalakan lilin. “Mereka sadar atas perbuatan mereka, “ujar Imam Akbar.

Kejadian menarik

Pada tahun 2007 Imam pindah lagi ke Gunungsitoli untuk menjadi Koordinator da’i-da’I AMCF yang tersebar di Pulau Nias, Pulau Tello, Simuk, Hinako. Di Gunungsitoli, Imam aktif mengisi pengajian ibu-ibu yang berjumlah 25 tempat, termasuk khatib Jum’at.

Awal tinggal di Gunungsitoli ada kejadian yang sangat berkesan bagi Imam. Saat belanja di warung dekat tempat tinggalnya, ada seorang ibu beragama Kristen memberikan uang padanya dan ia diminta mendoakan.

“Ustad doakan ya agar menantu saya bisa secepatnya meninggal, padahal sudah berkali-kali minuman keras dia saya kasih racun tapi dia, tidak mati-mati juga,” tutur ibu itu.

“Begini aja bu, saya doakan biar anak mantu ibu bisa sadar dan mau bantu ibu kerja,” jawab Imam kala itu.

Dari pertemuan Ibu tadi di warung Imam bersepakat untuk saling belajar. Kala itu Imam diajarkan bahasa Ibrani dan Imam mengajarkan Iqro (Baca Al-Qur’an). Sayang baru berjalan 1 pertemuan tidak bisa berjalan lagi, dikarena Ibu itu harus ke Afrika.

Begitulah liku-liku dakwah di daerah pedalaman. Menurut suami Gusrianingsi ini,tugas di Nias penuh dengan tantang. Dan tantangan yang paling dirasakan adalah terbatasnya alat bantu atau media dakwah yang dapat digunakan sebagai tambahan referansi dakwah Islam.

Imam berharap kaum Muslim bisa meluangkan waktu atau setidaknya membantu sedikit kemampuan agar jalannya dakwah di Pulau Nias berjalan lebih lancar.*/Ayub

Yang mau bantu peradaga dakwah hubungi sdr. Ayub

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pandangan Hidup Menurut Prof Naquib Al-Attas (1)
Tulisan selanjutnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah Tampung Mahasiswa Asal Pattani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?