Hidayatullah.com–Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha menuduh Fatwa MUI Jawa Timur sebagai biang masalah Sampang. Seharusnya menurut Thoha MUI jangan sembarangan mengeluarkan fatwa terlebih jika fatwa itu bisa merugikan pihak tertentu.
“Boleh jadi secara pribadi kita menganggap Syiah itu sesat, tapi apakah pernah dipikirkan oleh MUI konsekuensi terhadap rakyat kecil setiap fatwanya?,” jelasnya saat kegiatan diskusi di PP Muhammadiyah mengenai “Keanekaragaman dan Intoleransi di Indonesia,” Kamis (06/09/2012).
Abdillah juga menilai masalah sampang bukanlah masalah agama melainkan masalah kriminal biasanya. Abdillah menafikan perdebatan mengenai penghinaan Sahabat Nabi yang dilakukan oleh kelompok Tajul Muluk, temuan ulama Madura yang tergabung dalam BASSRA dan MUI Jatim.
Bahkan Abdillah merasa penangkapan terhadap Tajul Muluk adalah kedzaliman pemerintah terhadap kelompok Syiah di Sampang. Terlebih juga menyalahkan aparat keamanan dan Bupati Sampang yang dianggap tidak memberikan pembelaan terhadap komunitas Syiah di Sampang.*