Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Negara Timur Tengah Belajar Demokrasi di Indonesia

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 17 Desember 2012 07:48
Bagikan
"Pola kepemimpinan Rasulullah bukan kepemimpinan pencitraan"
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah negara Timur Tengah seperti Tunisia, Mesir, Libya dan lainnya datang ke Indonesia belajar demokrasi dan penataan infrastruktur Negara republik, demikian jelas Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshidiqie dalam dialog kebangasan yang digelar ICMI Orwil Jatim dalam rangka Silakwil ICMI Jatim,  Sabtu, (15/12/2012) kemarin.

Menurut Jimly, mereka menganggap, Indonesia sebagai Negara yang berpenduduk terbesar dengan pluraritasnya mampu mendirikan sebuah Negara demokrasi yang kokoh. Bahkan mantan presiden Amerika Serikat Jimmy Carter yang pernah bertukar pikiran dengan Jimly mengakui pergerakan demokrasi di Indonesia menurutnya menuju kesempurnanaan.

Proporsi demokrasi antara kebebasan, tata hukum dan bernegara sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan Negara saat ini. Dan ini merupakan Negara Islam pertama di dunia yang mampu menegakkan Negara demokrasi, aku Jimmy Carter jelas Jimly.

“Demokrasi sebagai bagian terpenting dalam pergaulan politik dunia saat ini menjadi standar bernegara. Dan pola demokrasi setiap Negara pasti akan menyesuaikan dengan kepentingannya,” ujar Jimlly.

Meski demikian dalam berdemokrasi tentu masih banyak hal yang perlu pembatasan-pembatasan sesuai dengan kepentingan demokrasi itu sendiri. Jimly mengambil contoh, di Amerika Serikat (AS) aja demokrasi untuk mewujudkan kebebasan dan pengakuan atas ras saja membutuhkan waktu 2,5 abad baru bisa akui kulit hitam sebagai presiden.
Kilas balik

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bila merujuk soal demokrasi dalam Islam, Muhammad sebagai Nabi telah memberikan contoh yang jelas dan tegas. Bahkan pakar orientalis Montgomery Watt, kata Jimmly menegaskan bahwa Muhammad itu, ”Prophet and statesman” (Seorang Nabi dan negarawan). Hal itu dia tunjukkan dalam proses bernegara dengan mewujudkan Piagam  Madinah maupun perjanjian Hudaibiyah.

Dalam soal kepemimpinan dan penugasan terhadap para sahabat juga sesuai dengan profesionalnya tanpa memperhatikan suku maupun ras. Dan yang lebih penting lagi ujar Jimly, Nabi Muhammad setiap membuat keputusan selalu bermusyawarah kecuali masalah wahyu.

Jimly menegaskan pola kepemimpinan yang disampaikan Rasulullah bukan pola kepemimpinan popular seperti di Indonesia yang mereduksi kepemimpinan pencitraan. Tetapi Muhammad justru memberikan contoh kepemimpinan berwatak uswah. Maksudnya, kepemimpinan yang taat pada aturan.

“Dengan taat pada aturan maka elit politik tidak akan melakukan kepemimpinan tebang pilih. Karena kepemimpinan tebang pilih akan melahirkan kesenjangan politik maupun kesenjangan ekonomi.kesenjangan akan elahirkan ketidakadilan dan kemanusiaan,” jelas mantan Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu Prof Dr Daniel Muhammad Rasyid, dewan pakar ICMI Jatim memaparkan bahwa 60 persen asset nasional Negara Indonesia saat ini hanya dikuasai oleh 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang 260 juta. Dari 60 persen itu jelasnya 80 persen dalam penguasaa asset tanah. Jadi kesenjangan inilah yang kita rasakan saat ini, tambahnya. Akibat dari itu maka ketimpangan dan ketidakadilan itu dirasakan oleh rakyat.

Masih menurut Daniel, maka dari itu grand-design kepemimpinan Negara dan pemerintahan masa datang dalam konsep pembangunan harus mampu melahirkan banyak enterpreneur. Selain itu kata Daniel,  ke depan pergeseran ekonomi yang mulai berjalan dari Eropa maupun

Amerika bergerak ke benua Asia. Dan kehancuran ekosistem di Indonesia akibat penguasaan aset atas pengelolaan tanah utamanya pertambangan harus segera diperbaiki. Sehingga kesenjangan ekonomi maupun ekosistem bisa diminimalisir.

Bagi Daniel persoalan kepemimpinan saat ini juga harus memperhatikan jabatan publik itu sebisanya hanya sekali periode saja.

“Dengan satu periode kepemimpinan publik maka program kerja menjadi fokus dan tuntas sehingga jauh dari keinginan korupsi,” tegasnya.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICMIold migrateTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jet Suriah Menghancurkan Masjid di Yarmuk
Tulisan selanjutnya Jabhat al-Nusra Memprotes Label Teroris dari Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?