Hidayatullah.com– Kegiatan puncak Berkibarlah Benderaku 1000 m2 yang digelar hari ini telah berakhir sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Acara ini diikuti kurang dari 5.000 orang yang memadati Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Menariknya, acara diawali dengan penampilan 200 penghafal al-Qur’an.
Para penghafal al-Qur’an tersebut membacakan Surat ar-Rahman ayat 1-20. Mereka berasal dari Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlus Shuffah dan Sekolah Pemimpin Madrasah Tsanawiyah Putra, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.
“Ada yang membuat air mata mengalir dengan sendiri, dan membuat segenap undangan, Pangkostrad, Pak Awang Faroek Ishak (Gubernur Kaltim. Red), dan lain-lain menunduk, karena dibacakannya surat ar-Rahman di sesi acara,” lapor Imam Muhammad kepada hidayatullah.com langsung dari lokasi acara, Selasa (21/5/2013).
Sejak pagi, lebih dari 3.000 orang sudah memadati Pantai Lamaru. Acara sedianya digelar mulai pukul 10.00 WITA, namun diundur. Awang Faroek Ishak (AFI) yang didaulat membuka acara itu terlambat hadir. AFI baru tiba di lokasi sekitar pukul 10.52 WITA setelah menghadiri acara Musabaqah Tilawatil Qur’an di Malinau, Kaltim.
Rangkaian pengibaran Merah Putih dimulai sekitar pukul 11.00 WITA. Proses pengibarannya melibatkan ratusan personel Pramuka, tim SAR dan tentara, juga sebuah helikopter untuk mengangkat bendera.
Merah Putih berkibar di atas menara bambu sekitar 15-20 menit. Tidak bisa lebih lama karena posisinya miring dan langsung digulung, lapor Imam.
Diberitakan sebelumnya, pengibaran bendera Merah Putih di Pantai Lamaru ini mencatatkan rekor baru di dunia. SAR Hidayatullah tercatat dalam piagam Official Word Record sebagai “The Largest Flag Flown In A Flag Bamboo Pole”, atau “Bendera Terbesar yang Dikibarkan dengan Tiang Bambu”.*