Hidayatullah.com– Pada saat perekonomian dunia sedang terkena imbas krisis finansial, Indonesia bertahan karena didukung geliat usaha kecil menengah (UKM) yang bangkit memutar roda perekonomian. Namun kelihatannya sekarang ini usaha pemerintah untuk membina para pelaku UKM masih sangat sedikit.
Hal ini diakui H Fikri Bareno, Ketua Persatuan UKM Pedagang Busana Muslim Thamrin City lantai 5. Menurut Fikri, kalau pun ada perhatian pemerintah itu sifatnya hanya formalitas saja. “Waktu era Sutiyoso, Pemda pernah berjanji akan melakukan pembinaan terhadap UKM Thamrin City. Saat itu pembicaraan sudah ada, namun sekali lagi realisasinya nol besar,” kata Fikri.
Di Thamrin City lantai 5 Tanah Abang, Jakarta Pusat ini ada 800 lebih pelaku usaha dan 90 persennya adalah UKM yang memproduksi sendiri berbagai busana, aksesoris maupun perlengkapan busana Muslim.
“Sebagian UKM Thamrin City tidak ada daya. Boleh dibilang, secara riil UKM Thamrin City Lantai 5 tidak tersentuh oleh pemerintah. Kalau mau bantu UKM ya disinilah gudangnya para pedagang UKM. Disini ada 800 UKM yang merupakan produsen busana muslim,” jelas Fikri.
Sebagian besar pedagang UKM Thamrin City lantai 5 masih sewa tempat, namun hingga saat ini belum ada pihak bank pemerintah ataupun swasta serta pengusaha besar yang mau membina para pedagang UKM Thamrin City, termasuk dari pihak koperasi ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Fikri yakin jika pemerintah peduli dengan UKM Thamrin City lantai 5, maka perekonomian umat Islam akan maju. “Indonesia memiliki potensi sebagai pusat busana Muslim dunia. Tentu, jika pemerintah betul-betul peduli dengan nasib UKM-UKM yang memproduksi busana Muslim,” kata Fikri yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.*